BudayaKilas Balik

Berharap Galuh, Manjaga Pantangan

TERAS7.COM – Pantangan, sangat lekat dengan aktivitas pendulangan intan yang dilakukan secara tradisonal, karena mendulang intan, ternyata tak sekadar menggali atau mancari intan itu saja. Banyak hal lain yang sangat penting dalam aktivitas pertambangan yang harus dilakukan. Berbagai ritual menjadi bagian penting dalam aktivitas yang sudah dilakukan sejak puluhan tahun silam.

Dalam kultur masyarakat pendulangan tradisional ritual saja tidak cukup, ada berbagai adab yang harus tetap dijaga dalam melakukan aktivitas pendulangan. Hingga pada akhirnya diyakini sebagai pantangan yang harus dijaga jangan sampai terlanggar.

Toni, salah seorang pendulang mengungkapkan, sebutan intan pun tak boleh diucapkan kala melakukan aktivitas. Menyebutkan intan dengan sebutan ‘intan’ adalah sebuah pantangan bagi para pendulang. Konon intan akan menjauhkan diri dari para pendulang. Sehingga para pendulang biasa menyebutkan intan dengan sebutan ‘Galuh’.

“Para pendulang intan, sebagian besar meyakini, kalau intan tersebut adalah ‘mahluk hidup’ berwujud seorang perempuan. Sehingga apa bila disebut nama intan ia akan menghilang, tetapi akan muncul tatkala disebut galuh,” katanya.

Galuh sendiri merupakan sebutan untuk anak gadis cantik yang disayang dalam bahasa Banjar.
Mayoritas masyarakat Cempaka condong menghidupi keluarganya dengan cara mendulang.

Lihat juga :  Lahan Karet 'Bertransformasi' Jadi Lahan Tanaman Hortikultura

Para pendulang yang sebelumnya berkehidupan dalam segi ekonomi yang kurang, dengan mendulang dia akan menjadi orang kaya mendadak apabila dia bernasib bagus.

“Setiap hari dapat, ada yang laku dijual lima ratus ribu rupiah, ada juga yang laku dijual satu juta rupiah,” ucap Toni si penemu intan Galuh PN.

“Amun bebagi sehari ada lima puluh ribu, ada jua seratus ribu, ya cukup sagan sehari lah tapi itu bila kawa naik batu, bila kada kawa naik batu dijulungi bosnya nang lelima puluh sorang biasanya” timpalnya.

1 2Laman berikutnya
Reporter
Alrifhani
Editor
Alrifhani

Julianur Rahmani

Graphic & Web Designer - Berfokus pada desain grafis, pria kelahiran Marabahan ini juga berkutat dalam desain website dan videografi. Sangat ahli di bidangnya. Berpengalaman sejak jaman purba, :-D

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas