EkonomiKilas BalikKuliner
Trending

Melihat Keberadaan Pengolahan Jaring dan Lalaan

Bahan Baku Jaring Sulit, Pohon Banyak di Tebang

Story Highlights

  • Sejak puluhan tahun silam, dua desa di Kecamatan Astambul yakni Desa Pingaran Ulu dan Pingaran Ilir tersohor sebagai sentra pembuat panganan berbahan jengkol, atau dalam bahasa setempat disebut jaring. Itu karena, mengolah jaring menjadi pekerjaan yang dilakoni temurun oleh mayoritas warga di sana, termasuk pembuatan Lalaan, yang jadi teman makan Jaring.

TERAS7.COM – Kedua tangannya tak henti memeras parutan kelapa yang ditempatkan dalam sebuah bak berukuran besar. Sembari memeras parutan kepala untuk mengambil santannya, H M Syahrawi sesekali memperhatikan kobaran api dalam tungku.

Melihat nyala api mulai redup, pria parobaya ini beranjak. Aktifitas memeras santan ia tinggalkan sejenak dan beralih ke tungku yang di atasnya sudah memanaskan sebuah wajan berukuran jumbo, juga berisi santan hasil perasan sebelumnya.

Beberapa kayu lantas ia tambahkan ke dalam tungku terbuat dari drum bekas wadah oli yang dipotong dua. Tak lama setelah kayu dimasukkan, dan kepulan asap menyeruak dari dalam tungku, api kembali menyala besar.

Berhasil menormalkan kobaran dalam tungku, warga Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul ini lantas memegang pengaduk -terbuat dari kayu berbentuk pipih serupa dayung sampan- yang sejak tadi ia letakkan di dalam wajan. Perlahan, santan putih yang mulai berubah warna kecoklatan diaduk perlahan.

Perubahan warna santan, dari putih menjadi kecoklatan tanda lalaan jelang matang. Beberapa menit berjibaku di depan tungku, menormalkan nyala api dan mengaduk santan, Syahrawi kembali ke aktifitasnya semua. Memeras parutan kelapa untuk mendapatkan santan yang akan ia olah menjadi lalaan di sebuah wajan lainnya.

“Sama dengan merebus jaringnya, perlu sekitar 3-4 jam untuk mengolah lalaan. Itu jika dengan api normal, kalau api kecil, perlu lebih dari itu,” kata H M Syahrawi sembari terus mengaduk santan saat ditemui di rumahnya belum lama tadi.

Melala, begitu H Syahrawi, menyebut aktifitas mengolah santan yang semula encer hingga mengental dengan warna kecoklatan ini. Hasil olahan santan itu kemudian yang dinamakan lalaan.

Lihat juga :  Ini Titik Kemacetan Haul Guru Sekumpul Tahun Lalu, Diharapkan Tahun ini Berkurang

Serupa saus dalam sebuah menu makanan, lalaan menjadi pelengkap menyantap jengkol, atau dalam bahasa setempat jaring yang diolah hanya dengan cara direbus.

1 2 3 4Laman berikutnya
Reporter
Alrifhani
Editor
Alrifhani

Julianur Rahmani

Graphic & Web Designer - Berfokus pada desain grafis, pria kelahiran Marabahan ini juga berkutat dalam desain website dan videografi. Sangat ahli di bidangnya. Berpengalaman sejak jaman purba, :-D

Berita Lainnya

14 Comments

  1. Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of
    any widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest twitter updates.
    I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and
    was hoping maybe you would have some experience with something like this.
    Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and
    I look forward to your new updates.

  2. I think that what you posted was very reasonable. However, what about
    this? suppose you were to write a awesome title? I am not saying your information is not good, however what if you added something to possibly grab a person’s
    attention? I mean Melihat Keberadaan Pengolahan Jaring dan Lalaan • Teras 7 is
    a little boring. You should glance at Yahoo’s front page and watch how they write post titles to grab viewers interested.
    You might add a video or a pic or two to grab readers interested about what you’ve got to say.
    In my opinion, it would make your blog a little bit more
    interesting.

  3. Hmm it appears like your website ate my first comment (it was extremely long)
    so I guess I’ll just sum it up what I submitted and say, I’m thoroughly enjoying your blog.
    I as well am an aspiring blog blogger but I’m still new to the whole thing.
    Do you have any helpful hints for inexperienced blog writers?
    I’d certainly appreciate it.

  4. My programmer is trying to persuade me to move to .net from PHP.
    I have always disliked the idea because of the expenses.
    But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on a variety of
    websites for about a year and am worried about switching to another platform.
    I have heard fantastic things about blogengine.net.
    Is there a way I can transfer all my wordpress
    posts into it? Any help would be really appreciated!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas