KulinerLifestyle

Upnormal Sajikan Makanan Berbeda Dari Biasanya

TERAS7.COM – Banjarbaru memang menjadi salah satu tempat yang sangat cocok untuk tempat santai dan nongkrong baik anak-anak, remaja, pemuda hingga orang tua.

Melihat potensi ekonomi di Kota Banjarbaru, kompetisi kuliner mengundang para pengusaha, baik lokal maupun luar untuk berkreasi membuat sajian kuliner yang khas serta menyediakan tempat yang sangat cocok sebagai tempat santai.

Seperti salah satu warunk yang baru saja hadir di Kota Banjarbaru yaitu Warunk Upnormal sebagai tempat yang sangat cocok sebagai tempat nongkrong bagi semua kalangan.

Warunk Upnormal menyajikan segala macam makanan, snack serta minuman, dengan seni kuliner yang berbeda dari makanan dan minuman pada umumnya.

Seperti disampaikan oleh Media Relation Warunk Upnormal Jelita Pramesti pada Jumat (07/09), kepada sejumlah wartawan ia menyampaikan, bahwa Warunk Upnormal menawarkan kepada pelanggan, baik dalam kuliner yang berbahan dasar Indomie serta nasi disajikan menjadi kuliner yang berbeda pada makanan lainnya, serta jenis minuman yang beragam.

Lihat juga :  Video : Keunikan Macan Dahan, Curi Perhatian Di Batakan Balikpapan

“Selain itu dalam hal pelayanan kita juga memanggil para pelanggan dengan panggilan Sis dan Bro, agar para pelanggan bisa merasa nyaman dan bisa merasa dekat dengan pelayanan kita,” ujarnya.

Untuk minuman, Warunk Upnormal juga menyediakan kopi asli yang diracik dengan berbeda dari minuman kopi pada dasarnya.

“Untuk minuman kopi juga kita menyediakan kopi yang berbahan dasar biji kopi asli arabika Gayo yangbdisajikan berbeda dengan minuman kopi lainnya,” pungkasnya.

Di Indonesia sudah ada 8 Warunk Upnormal yang berada di 8 kota, termasuk kota Banjarbaru yang beralamat di Jalan Panglima Batur Kota Banjarbaru dengan waktu pelayanan dibuka pada pukul 15.00 Wita sampai 00.00 Wita.

Sayyid Maulana Ahmad

Pimpinan Redaksi - Berpengalaman selama 3 tahun di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya, sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan, لا حول ولا قوة إلا بالله

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas