PolitikSosial

Masyarakat Geram Dengan Sikap Anggota DPRD Kabupaten Banjar

TERAS7.COM – Sering terjadinya penundaan rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar, yang disebabkan kehadiran anggota tidak terpenuhi membuat geram sejumlaha masyarakat, bahkan mereka kecewa dan berharap diberhentikan sebagai wakil rakyat.

DPRD Kabupaten Banjar yang memiliki 45 anggota mewakili suara dari masyarakat sekabupaten banjar, dengan harapan terwujudkan masyarakat Kabupaten Banjar yang sejahtera dan barokah, sesuai dengan apa yang menjadi visi dan misi Bupati Banjar sebagai pemimpin daerah.

Namun apalah jadinya saat wakil mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat, tetapi jarang nampang di lingkungan masyarakat, bahkan sering tidak ikut dalam agenda penting rapat Paripurna, sampai sampai ada yang tidak pernah sama sekali berhadir, namun saat kunjungan kerja selalu ikut.

Sikap beberapa anggota DPRD Kabupaten Banjar akhirnya menuai keritik dari masyarakatnya sendiri, wakil rakyat yang sibuk bersama rakyat kemarin saat masa kampanye, kini telah hilang.

Seperti yang diungkapkan oleh seorang pedagang telor di pasar batuah martapura, akrab disapa Acil Ijah kecewa terhadap anggota DPRD Kabupaten Banjar, yang tidak peduli dengan harga telor kini makin melonjak.

Lihat juga :  Tak Ada Bantuan Pemkab Banjar, Para Mahasiswa Pakai Dana Pribadi Rawat Asrama Puteri Bumi Barakat

“Kita yang memilih mereka kemarin sekarang kita diabaikan, apalagi  mereka tidak menjalankan amanah rakyat, berarti mereka makan gajih buta, ya saya kecewa,” ujarnya.

Acil Ijah yang sudah bertahun-tahun berdangan menjual telor ini berharap, wakil rakyat mesti benar-benar membela rakyat, bagaimana agar harga sembako tidak mahal, listrik tidak mahal, dan bekerja dengan benar demi rakyat.

Acil Ijah Pedagang Telur di Pasar Batuah Martapura

“Kalau seperti mereka yang jarang turun rapat paripurna, saya tidak akan memilih lagi, buat apa mereka ada kalau masyarakat tetap menjerit dengan harga-harga semakin mahal,” ucapnya.

Keluhan yang sama juga dilontarkan oleh seorang pedagang sayuran M Saukani, ia mengatakan apabila anggota DPRD Kabupaten Banjar  tidak bisa mewakili rakyat, lebih baik cari pekerjaan yang bisa mereka kerjakan dan jangan memberikan janji pada saat kampanye saja.

“Dengan adanya wakil rakyat kita saat ini, masyarakat tidak merasakan ada dampak perubahan yang baik. Kalau seperti itu, ini merusak citra partai saja, lebih baik diberhentikan. Masyarakat disini sakit mereka malah enak-enaknya jalan keluar daerah makan uang rakyat,” tegasnya.

Berbicara tentang kelakukan anggota DPRD Kabupaten Banjar yang tidak menjalankan amanah masyarakat, kakek Idrus yang berprofesi sebagai pengayuh becak ini juga sangat kecewa dengan wakil rakyat. 40 tahun ia berpropesi sebagai tukang becak, namun tidak ada satu pun anggota DPRD Kabupaten Banjar yang pernah naik becak miliknya.

Lihat juga :  Tingkatkan PAD Banjar, PD PBB Sosialisasi Kenaikan Tarif

“DPRD saat ini sakit sekali, buat apa mereka menjadi wakil rakyat kalau rapat saja tidak hadir, apalagi pekerjaan saya sekarang dalam sehari saja susah mendapatkan uang, jangakan naik becak, kalau sudah duduk jadi anggota DPR, tukang becak saja tidak ditegur, lebih baik diganti saja,” terang kakek Idrus.

Kakek Idrus Pengayuh Becak Di Martapura Kabupaten Banjar

Paman Iyus seorang tukang parkir ini juga menyesalkan sikap anggota DPRD Kabupaten Banjar yang tidak menjalankan amanah masyarakat dengan baik, padahal sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat menjabat untuk mewakili suara dari masyarakat.

“Kalau sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat, harusnya mereka bekerja untuk rakyat, buka malah untuk memperkaya diri sendiri. Banyak masyarakat kita yang miskin dan butuh bantuan, tapi mereka tidak peduli, kalau anggota DPR seperti ini lebih baik mundur saja, saya jadinya benci,” pungkasnya.

Dishub Banjarbaru
Tampilkan Lebih Banyak

Sayyid Maulana Ahmad

Pimpinan Redaksi - Berpengalaman selama 3 tahun di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya, sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan, لا حول ولا قوة إلا بالله

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kembali Ke Atas
Close
Close