EkonomiBudayaPemerintahan

Budaya Pasar Terapung Budaya Ekonomi Masyarakat Banjar

TERAS7.COM – Usai membuka secara resmi Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2018, Pemerintah Bupati Banjar juga memeriahkan dengan pembagian dorfrize kepada satusan para pedagang pasar terapung, pada Minggu (02/12).

Event tahunan yang dilaksakan oleh Pemerintah Kabupaten Banjar Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisatra ini juga disuport dari berbagai instansi dan prusahaan Daerah untuk mendukung terselenggaranya kegiata.

Bupati Banjar Khalilurrahman menyampaikan, pasar terapung merupakan budaya ekonomi milik daerah yang sudah sejak dari dulu mewarnai perekonomian masyarakat Banjar lewat media sungai Martapura  dengan transportasi menggunakan sebuah perahu kecil yang  dikenal masyarakat lokal sebagai ‘Jukung’.

“Sejak kecil saya dulu hidup di pinggir sungai, setiap harinya pedagang menggunakan jukung ini melintas dengan membawa berbagai macam kebutuhan dapur, tidak perlu jauh jauh pergi kepasar lagi,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Banjar yang akrab disapa Guru Khalili ini juga menghimbaun kepada seluruh masyarakat yang hadir terutama SKPD untun membeli dagangan para pedagang pasar terapung.

“Saya menghimbau juga kepada masyarakat terutama SKPD lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar untuk membeli dagangan pedagang, semoga ini mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat lokal,” katanya.

Ratusan pedangan pun dengan gembira menyambut dorfrize yang didapat memalui pertanyaan yang dilempar oleh Bupati Banjar.

Beragam buah dan sayur dari ratusan perahu kecili ini mewarnai kegiatan Festival Pasar Terapung Lok Baintan 2018, hingga menarik ribuan pengunjunng dari berbagai daerah di Indonesia hingga luar negeri.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close