HukumPolitik

Bawaslu Kota Banjarbaru Raih Penghargaan Terbaik Penanggulangan Dan Laporan Pelanggaran Pemilu

TERAS7.COM – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Banjarbaru raih penghargaan menghadapi pemilihan umum 2019.

Dalam rangka rapat kerja gelombang kedua penanganan temuan dan laporan pelanggaran yang diadakn oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarmasin, sejak tanggal 26 Januari sampai 28 Januari 2019.

Bawaslu kota banjarbaru berhasil mendapat 3 penghargaan dari 4 kategori, diantaranya, peserta teraktif diraih oleh Hamidi dari Panwascam liang Anggang Kota Banjarbaru, tim klarifikasi terbaik Panwascam Banjarbaru dengan Panwascam Tanah Bumbu, dan kajian terbaik oleh panwascam banjarbaru utara.

Lihat juga :  Jelang Pemilu 2019 Kuatkan Persatuan di HUT RI Ke 73, Bawaslu Kota Banjarbaru Laksanakan Upacara Bendera Merah Putih

Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru Dahtiar mengapresiasi keiatan yang dinilai positif untuk memberikan pemahakan yang sama kepada anggota Bawaslu se Kalimantan Selatan tentang bagaimana teknis penanganan menghadapi dugaan pelanggaran pemilu.

“Kita sangat menyambut baik kegiatan ini, apaagi melibatkan semua komisioner panwascam di kabupaten kota, sehingga ini bisa memberikan pemahaman yang sama kepada mereka, bagaimana tehnis dan cara menangani dugaan pelanggaran pemilu,” ujarnya.

Lihat juga :  Rumah Pengarang, UKM Berpestasi Raih 2 Penghargaan

Adapun tujuan kegiatan tersebut adalah, mewujudkan kesepahaman dan interpretasi dalam menangani pelanggaran pemilu.

rapat kerja gelombang kedua penanganan temuan dan laporan pelanggaran yang diadakn oleh Bawaslu Provinsi Kalimantan Selatan, diikuti oleh 7 kabupaten kota se Kalimantan Selatan, diantaranya Bawaslu Kota Banjarbaru, Bawaslu Kota Banjarmasin, Bawaslu Kabupaten Tabalong, Bawaslu Kabupaten Tanah Laut, Bawaslu Kabupaten Tanah Bumbu,Bawaslu Kota Baru dan Bawaslu  Kabupaten tapin.

Tampilkan Lebih Banyak

Sayyid Maulana Ahmad

Pimpinan Redaksi - Berpengalaman selama 3 tahun di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya, sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan, لا حول ولا قوة إلا بالله

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kembali Ke Atas
Close
Close