Layanan PublikPemerintahanReligi

Berminat Jadi Petugas Haji 2019? Ini Syarat Dan Ketentuan Seleksinya

Kementerian Agama Membuka Pendaftaran Petugas Haji Tahun 2019

TERAS7.COM – Indonesia dikenal sebagai negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia, hal ini menjadikan jumlah jamaah haji yang melaksanakan ibadah haji setiap tahunnya menjadi yang terbanyak dibandingkan negara-negara lain yang warga negaranya berangkat beribadah haji ke tanah suci.

Dengan jumlah jamaah haji terbesar dimana pada tahun 2018 sebanyak 221.000 orang, maka setiap tahunnya Pemerintah RI melalui Kementerian Agama melaksanakan rekrutmen petugas haji untuk melayani jamaah haji Indonesia.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar, H. Rimazullah saat ditemui di ruang kerjanya pada rabu sore (13/2) menjelaskan bahwa Kementerian Agama berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan akan melaksanakan rekrutmen calon petugas haji dalam waktu dekat.

Surat edaran Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel tentang rekrutmen petugas haji tahun 2019

“Berdasarkan surat tersebut, Kanwil Kemenag Kalsel membuka pendaftaran rekrutmen petugas haji tahun 2019 M selama 5 hari pada tanggal 14, 15, 18, 19 dan 20 februari di Kantor Kemenag di Kabupaten/Kota untuk melengkapi berkas administrasi yang diperlukan, baru akan memasuki tahap selanjutnya mulai dari pengumuman peserta yang dapat mengikuti tes kompetensi tanggal 22 februari hingga pembekalan bagi petugas yang sudah terpilih nanti pada pertengahan bulan maret hingga awal bulan april selama kurang lebih setengah bulan,” ujar pria yang akrab disapa H. Zullah ini.

H. Zullah pun menambahkan ada 2 katagori petugas haji yang direkrut, yaitu Petugas Yang Menyertai Jamaah Haji (Petugas Kloter) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi yang akan di seleksi mulai dari tahap Kabupaten/Kota hingga di seleksi ulang ke tahap Provinsi dan dipastikan akan sangat ketat karena Kemenag harus merekrut petugas yang memiliki kompetensi yang diperlukan.

“Untuk Petugas Kloter sendiri ada 2 formasi, yaitu Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji (TPIHI) dengan syarat laki-laki, ASN Kementerian Agama dan pernah melaksanakan ibadah haji serta menguasai bahasa Arab atau Inggris. Tapi untuk TPHI tidak harus pernah berhaji, karena kompisisi yang diterima adalah 60% sudah berhaji dan 40% boleh bagi yang belum berhaji dan terakhir untuk TPIHI selain merekrut dari ASN Kemenag, juga direkrut dari Utusan Perguruan Tinggi Islam, Ormas Islam (NU dan Muhammadiyah) Dan Pondok Pesantren,” tambah H. Zullah.

Lihat juga :  Jamaah Haji Banjar Mulai Tawaf
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (Kasi PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjar, H. Rimazullah

Sedangkan untuk PPIH atau petugas non kloter yang juga akan diberangkatkan ke Arab Saudi sebelum jamaah haji berangkat hanya menerima calon petugas dari ASN Kementerian Agama dengan 5 formasi, yaitu Pelayanan Ibadah, Pelayanan Konsumsi, Pelayanan Akomodasi, Pelayanan Transportasi dan Pengolah Data Dan Siskohat.

“Persyaratan umumnya harus berumur maksimal 58 tahun saat mendaftar dan diutamakan mampu berbahasa Arab atau Inggris. Yang direkrut sebagai PPIH adalah laki-laki, tapi ada 2 formasi yang juga menerima perempuan, yaitu Pelayanan Konsumsi dan Pengolahan Data Dan Siskohat, tapi harus ada izin dari suaminya sebagai petugas haji. Syarat yang lain untuk Pelayanan Ibadah harus pernah menunaikan ibadah haji dan untuk Pengolah data dan siskohat harus pegawai bagian siskohat di Kantor Kemenag Provinsi atau Kabupaten/Kota,” jelasnya.

Calon petugas haji yang sebelumnya pernah menjadi petugas haji pun dapat mendaftar jadi petugas haji kembali dengan syarat terakhir kali menjadi petugas haji minimal 3 tahun sebelumnya.

Menurut H. Zullah, menjadi petugas haji, baik sebagai petugas kloter atau petugas non kloter akan memberikan keuntungan tersendiri bagi mereka yang terpilih untuk bertugas.

“Yang pasti keuntungannya adalah bisa melaksanakan ibadah haji dengan dibiayai negara sebagai petugas haji, apalagi yang menjadi petugas kloter yang sudah menunaikan ibadah haji, walaupun khusus untuk petugas kloter ada yang mungkin tidak bisa menunaikan rukun haji yaitu wukuf karena situasi emergency dan kita tahu jamaah haji yang berangkat juga kebanyakan orang tua, makanya petugas kloter diharuskan sudah pernah berhaji,” ujarnya.

Rizki Saputera

Reporter - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya. Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan. JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas