Religi

Mengalami Peningkatan, Bukan Kemunduran

TERAS7.COMPesantren Ramadhan 1440 H / 2019 M yang bertempat di Masjid Agung Munawwarah Kota Banjarbaru dilangsungkan selama 3 (tiga) hari, yaitu dimulai dari tanggal 18 Mei sampai dengan 20 Mei 2019 dengan diikuti peserta sebanyak 280 orang. Selain itu, juga dilaksanakan Khataman Massal yang diikuti oleh seluruh peserta pesantren ramadhan baik siswa SLTP maupun SLTA sederajat se Kota Banjarbaru.

“Dengan spirit Ramadhan tahun 1440 H / 2019 M, badan pengelola Masjid Agung Al Munawwarah melalui Bidang Pendidikan, Pemuda, dan Remaja Mesjid melaksanakan kegiatan ini untuk ikut menanamkan karakter dan kompetensi yang kuat pada generasi muda muslim Kota Banjarbaru,” kata Ketua Pelaksana Faturida Said.

Pesantren Ramadhan ini, kata Faturida, memiliki berbagai kegiatan, di antaranya berupa tadzkirah, mudzakarah, dan pembelajaran bagi para peserta dan generasi muslim Kota Banjarbaru guna meningkatkan pengetahuan dan wawasan Islam serta kompetensi peserta da generasi muslim.

Lihat juga :  Jumlah Masjid di Banjarbaru Bertambah

Selain berbagai kegiatan tersebut, juga digelar Lomba Islami melalui semangat Fastabiqul Khairat yaitu optimis guna berlomba dan berpacu dalam hal kebaikan yang diharapkan kepada para peserta supaya tertanamnya jiwa kompetitif. Adapun 3 (tiga) lomba tersebut adalah cerdas cermat rangking 1, lomba tahfizh dan tahfizah Al-Qur’an serta lomba Da’iyah.

Foto: Hms Bjb

Sementara itu, Sekdakot Banjarbaru H Said Abdullah ketika membuka kegiatan ini berpesan untuk menggunakan waktu sebaik-baiknya dengan mengisi masa muda dengan sesuatu yang bernilai positif, bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Adik-adik diharapkan memiliki pondasi kuat untuk mempesiapkan masa depan yang lebih menguatkan ilmu agama dan keimanan sehingga mampu dan menimbulkan generasi yang sudah memilik akhlak yang baik,” kata Said Abdullah.

Ia juga berpesan, pada bulan Ramadhan ini agar selalu meningkatkan pribadi yang lebih baik dari Ramadhan-ramadhan sebelumnya. “Harus selalu mengalami peningkatan, bukan malah kemunduran,” tutupnya.

Salim Ma'ruf

Reporter - Salim Ma'ruf, seorang lelaki yang 24 tahun lalu lahir di Bumi Antaludin, Kandangan, yang terus belajar dan berproses tanpa mengenal kata finish, sampai maut memisahkan roh dan raga.

Berita Lainnya

3 Comments

  1. Admiring the persistence you put into your website and detailed information you offer.
    It’s awesome to come across a blog every once in a while that isn’t the same
    out of date rehashed information. Excellent
    read! I’ve bookmarked your site and I’m including your RSS feeds to my Google account.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas