Sab. Jun 6th, 2020

Inspire, Innovate and Motivate

Penjualan Anyaman Kulit Ketupat Naik Jelang Hari Raya

2 min read

TERAS7.COM – Hari Raya Idul Fitri yang dirayakan ummat islam setiap tahun usai melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan tinggal menghitung hari lagi.

Beragam kuliner hari raya akan disajikan masyarakat untuk menyambut keluarga dan tamu yang berkunjung, mulai dari perkotaan hingga pedesaan, salah satunya adalah soto.

Hidangan soto sendiri terdiri atas ketupat berbahan beras yang dipotong-potong dan dipadukan dengan suwiran ayam, bihun, telur cincang, wortel, korket dan sebagainya, lalu dipadukan dengan kuah kaldu ayam.

Ketupat yang menjadi bahan utama dalam hidangan soto sebagai pengganti nasi ini masih dibuat dengan cara tradisional, yaitu dengan memasukkan beras ke dalam anyaman daun nipah, lalu dikukus.

Nurul Hikmah sedang menganyam daun nipah jadi kulit ketupat

Tak semua orang bisa menganyam daun nipah untuk membuat kulit ketupat, sehingga anyaman daun nipah yang sudah siap untuk digunakan pun banyak dijual di pasar.

Salah satunya penjualnya adalah Nurul Hikmah (38) yang Teras7.com temui di pasar Martapura pada sabtu pagi (1/6).

Ia mengatakan sudah 10 tahun membuat dan menjual anyaman untuk kulit ketupat ini yang dijual dengan harga 4000 rupiah per 10 kulit ketupat.

“Saya sepanjang tahun berjualan anyaman kulit ketupat ini, tak hanya saat hari raya saja. Biasanya sering habis, tapi di saat hari raya terjadi peningkatan pesanan dari hari-hari biasa, terutama 3 hari sebelum hari raya. Saat hari raya harganya sendiri bisa naik hingga 10 ribu per 10 kulit ketupat,” ungkap Nurul Hikmah.

Kulit ketupat Kandangan dari daun kelapa

Di hari biasa, ia mengatakan mampu menjual 400-500 anyaman kulit ketupat, sedangkan di hari-hari khusus seperti hari jumat dan hari raya mampu menjual hingga 1000 kulit ketupat.

“Saya sendiri mampu membikin sekitar 500 kulit ketupat. Di hari-hari menjelang hari raya kadang datang pesanan 3-4 kali sehingga saat tiba hari raya saya cukup kewalahan memenuhi pesanan pelanggan saya,” katanya.

Nurul Hikmah juga menambahkan selain menjual anyaman kulit ketupat, ia juga menjual daun nipah yang menjadi bahan pembuatan ketupat ke pembuat kulit ketupat yang lain.

“Saya mengambilnya sendiri dari daerah Aluh-Aluh. Tak hanya bikin anyaman kulit ketupat dari daun nipah, saya juga membuat anyaman kulit ketupat kandangan dari daun kelapa yang dijual dengan harga 6000 rupiah per 10 kulit ketupat,” terangnya.

Pia (28) salah satu pembeli anyaman kulit ketupat

Anyaman untuk membuat kulit ketupat ini pun diborong oleh beberapa warga yang berbelanja di pasar Martapura, salah satunya Pia (28)

Warga Martapura ini mengatakan ia membeli puluhan anyaman kulit ketupat sebagai bahan pembuatan ketupat soto.

“Saya membelikan anyaman kulit ketupat ini untuk mertua saya, biasanya kami rutin tiap tahun menghidangkan soto saat hari raya,” ujarnya.

Menurutnya harga anyaman kulit ketupat yang dijual di pasar Martapura ini masih cukup terjangkau.

“Menurut saya harganya cukup standar, baik untuk hari biasa atau hari lain, jadi ada kenaikan atau tidak ya masih sesuai dan terjangkau,” jelas Pia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.