BudayaKulinerLifestyle

Penjualan Anyaman Kulit Ketupat Naik Jelang Hari Raya

DPRD Kota Banjarbaru

TERAS7.COM – Hari Raya Idul Fitri yang dirayakan ummat islam setiap tahun usai melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadhan tinggal menghitung hari lagi.

Beragam kuliner hari raya akan disajikan masyarakat untuk menyambut keluarga dan tamu yang berkunjung, mulai dari perkotaan hingga pedesaan, salah satunya adalah soto.

Hidangan soto sendiri terdiri atas ketupat berbahan beras yang dipotong-potong dan dipadukan dengan suwiran ayam, bihun, telur cincang, wortel, korket dan sebagainya, lalu dipadukan dengan kuah kaldu ayam.

Ketupat yang menjadi bahan utama dalam hidangan soto sebagai pengganti nasi ini masih dibuat dengan cara tradisional, yaitu dengan memasukkan beras ke dalam anyaman daun nipah, lalu dikukus.

Polres Kabupaten Banjar
Nurul Hikmah sedang menganyam daun nipah jadi kulit ketupat

Tak semua orang bisa menganyam daun nipah untuk membuat kulit ketupat, sehingga anyaman daun nipah yang sudah siap untuk digunakan pun banyak dijual di pasar.

Salah satunya penjualnya adalah Nurul Hikmah (38) yang Teras7.com temui di pasar Martapura pada sabtu pagi (1/6).

Ia mengatakan sudah 10 tahun membuat dan menjual anyaman untuk kulit ketupat ini yang dijual dengan harga 4000 rupiah per 10 kulit ketupat.

“Saya sepanjang tahun berjualan anyaman kulit ketupat ini, tak hanya saat hari raya saja. Biasanya sering habis, tapi di saat hari raya terjadi peningkatan pesanan dari hari-hari biasa, terutama 3 hari sebelum hari raya. Saat hari raya harganya sendiri bisa naik hingga 10 ribu per 10 kulit ketupat,” ungkap Nurul Hikmah.

Lihat juga :  VIDEO : Jago Merah Hajar Murung Keraton
Kulit ketupat Kandangan dari daun kelapa

Di hari biasa, ia mengatakan mampu menjual 400-500 anyaman kulit ketupat, sedangkan di hari-hari khusus seperti hari jumat dan hari raya mampu menjual hingga 1000 kulit ketupat.

“Saya sendiri mampu membikin sekitar 500 kulit ketupat. Di hari-hari menjelang hari raya kadang datang pesanan 3-4 kali sehingga saat tiba hari raya saya cukup kewalahan memenuhi pesanan pelanggan saya,” katanya.

Nurul Hikmah juga menambahkan selain menjual anyaman kulit ketupat, ia juga menjual daun nipah yang menjadi bahan pembuatan ketupat ke pembuat kulit ketupat yang lain.

“Saya mengambilnya sendiri dari daerah Aluh-Aluh. Tak hanya bikin anyaman kulit ketupat dari daun nipah, saya juga membuat anyaman kulit ketupat kandangan dari daun kelapa yang dijual dengan harga 6000 rupiah per 10 kulit ketupat,” terangnya.

Pia (28) salah satu pembeli anyaman kulit ketupat

Anyaman untuk membuat kulit ketupat ini pun diborong oleh beberapa warga yang berbelanja di pasar Martapura, salah satunya Pia (28)

Warga Martapura ini mengatakan ia membeli puluhan anyaman kulit ketupat sebagai bahan pembuatan ketupat soto.

“Saya membelikan anyaman kulit ketupat ini untuk mertua saya, biasanya kami rutin tiap tahun menghidangkan soto saat hari raya,” ujarnya.

Menurutnya harga anyaman kulit ketupat yang dijual di pasar Martapura ini masih cukup terjangkau.

“Menurut saya harganya cukup standar, baik untuk hari biasa atau hari lain, jadi ada kenaikan atau tidak ya masih sesuai dan terjangkau,” jelas Pia.

Rizki Saputera

Reporter - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya. Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan. JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)

Berita Lainnya

6 Comments

  1. Hey there would you mind letting me know which webhost you’re utilizing?

    I’ve loaded your blog in 3 different browsers and I must say this blog loads a lot faster then most.
    Can you recommend a good web hosting provider at a reasonable price?
    Cheers, I appreciate it!

  2. Having read this I believed it was very enlightening. I appreciate you
    spending some time and effort to put this informative article
    together. I once again find myself spending way too much time both reading and commenting.
    But so what, it was still worth it!

  3. Admiring the hard work you put into your blog and in depth information you
    provide. It’s awesome to come across a blog every once in a while that isn’t the same unwanted rehashed material.
    Excellent read! I’ve saved your site and I’m adding your RSS feeds to my Google account.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas