AgricultureKuliner

Ingin Cemilan Saat Mudik Atau Balik? Coba Saja Buah-Buahan Khas Banjar Disini

DPRD Kota Banjarbaru

TERAS7.COM – Lebaran Idul Fitri 1440 H tinggal sehari lagi, sebagian masyarakat sudah mulai atau sedang dalam perjalanan mudik menuju kampung halaman.

Beragam pemandangan menarik tersaji pada saat perjalanan mudik, salah satunya ada di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Astambul dalam perjalanan menuju Hulu Sungai, yaitu deretan warung yang menjual buah Limau atau Jeruk Astambul.

Tak hanya Limau Astambul, para penjual buah ini juga menjual berbagai buah-buahan khas Banjar seperti Kuranji, Kasturi, Mentega, Ampalam dan buah-buahan yang lain seperti Jambu Air, Pepaya, dan sebagainya.

Buah-buahan khas Banjar ini sendiri dapat menjadi cemilan tradisional bagi pemudik yang sedang dalam perjalanan menuju kampung halaman atau sebaliknya.

Polres Kabupaten Banjar
Lia Agustina menjual salah satu buah khas Banjar, yaitu Limau Astambul

Salah satu penjual buah, Lia Agustina (32) saat ditemui Teras7.com pada senin (3/6) mengatakan ia sudah berjualan Limau Astambul dan buah-buahan lainnya ini sejak beberapa tahun yang lalu.

“Tiap tahun saya jualan di sini, di hari biasa dan juga pada saat hari raya. Biasanya setiap tahun rame pengguna jalan yang singgah untuk membeli buah disini. Saya ambil buahnya dari sekitar Astambul sampai Marabahan,” ujarnya.

Lia Agustina menjelaskan harga buah-buahan khas yang ia jual sendiri bervariasi, misalnya Limau Astambul ia jual seharga 20 ribu rupiah isi 10 biji, sedangkan buah lain yang cukup langka seperti kuranji dijual 5 ribu perbungkus.

Lihat juga :  Mantan Anggota BPD Laporkan Kades Handil Purai
Buah-buahan yang dapat menjadi cemilan selama perjalanan mudik ini dijual disisi jalan dari arah Martapura menuju Hulu Sungai dan juga arah sebaliknya

“Biasanya di hari raya ini sehari banyak yang singgah. Satu mobil yang singgah bisa membeli buah sampai 600 ribu, kalau yang menggunakan sepeda motor sampai 50 ribu. Saya sendiri tetap buka sebelum dan sesudah hari raya, kalau saat hari raya saja libur,” ungkapnya.

Demikian pula Wardah (21) yang juga menjual beragam buah-buahan khas Banjar, ia mengatakan baru saja berjualan buah-buahan ini.

“Baru kurang lebih 3 hari, sebelumnya jualan bersama ibu saya. Harganya sama dengan penjualan yang lain. Alhamdulillah lumayan laku jualan di tempat saya ini,” katanya.

Walau baru berjualan selama beberapa hari, jualan Warrah cukup laku diminati pengguna jalan

Selain menjual buah-buahan khas Banjar, Warrah juga menjual cemilan lain seperti kacang dan kerupuk gandum dengan harga yang cukup terjangkau.

“Perhari saya mampu meraup untung kurang lebih 300 ribu. Biasanya ada yang singgah dan beli perbiji atau setumpuk, jadi barang jualan saya habis sedikit demi sedikit. Saya sendiri masih akan jualan sampai sekitar tanggal 10 nanti,” ucapnnya.

Rizki Saputera

Reporter - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya. Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan. JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)

Berita Lainnya

2 Comments

  1. Having read this I believed it was extremely informative. I appreciate you finding the time and effort to put this content together. I once again find myself personally spending way too much time both reading and leaving comments. But so what, it was still worthwhile!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas