Berita UtamaHukumInfrastrukturPemerintahan

Kejagung Berlabuh Ke Amuntai, Selidiki Pembelian Lahan 16 Miliar

TERAS7.COM – Proyek pengadaan lahan di Muara Tapus, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) di kabarkan di periksa oleh pihak Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

Kedatangan 5 orang Penyidik Kejagung ini diinfokan sejak Senin (17/06/2019) sampai Kamis (21/06/2019) lalu, dan langsung melakukan pemeriksaan dengan meminta keterangan pihak terkait sebanyak 34 orang, beberapa diantaranya adalah pejabat Pemerintah HSU, anggota DPDR HSU, Camat, Lurah dan pemilik lahan.

Pihak Kejari HSU menyatakan, Tim Penyidikan Kejagung memang ada datang ke Kota Amuntai.

Dari sumber yang terhimpun, kedatangan tim Kejagung ke HSU merupakan agenda pemeriksaan lebih lanjut terkait kasus pengadaan lahan di Muara Tapus yang dibeli Pemerintah setempat pada tahun 2016 lalu.

Pembelian lahan yang mengocek anggaran sebesar 16 miliar rupiah tersebut menurut Din Jaya, Ketua LSM Forpeban Kalsel, diduga dalam prosesnya tidak sesuai NJOP, juga diduga tidak menggunakan tim aprisial dan juga diduga terindikasi tindak pidana Korupsi.

Dari data yang terhimpun, lahan tersebut memiliki luas 4 Hektar atau 40.000 meter per segi, dengan harga pasar 70 ribu rupiah permeter, namun Pemerintah membelinya dengan harga 420 ribu permeter.

Lihat juga :  Dua Bangunan Diatas Sungai Jadi Alasan Lambannya Pembebasan Lahan Di Sungai Lulut

Menyikapi kasus tersebut, menurut Din Jaya, gabungan beberapa OKP dan LSM, pada Senin (8/7/2019) melakukan aksi unjuk rasa di Kejaksaan Tinggi Kalsel.

Masa Demo Didepan Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan

Kedatangan masa para penggiat anti korupsi ini ungkapnya, untuk mempertanyakan penanganan kasus korupsi, serta menyerahkan bukti baru dugaan korupsi pembelian lahan di Muara Tapus Kabupaten HSU yang diduga telah merugikan keuangan negara puluhan miliar rupiah.

Menurut Din Jaya selaku koordinnator aksi yang juga Ketua LSM Forpeban Kalsel, terkait sudah diambil alihnya penyelidikan kasus di HSU ini oleh Kejaksaan Agung RI berharap dapat diusut secara tuntas siapa pun yang terlibat.

“Siapa pun yang diduga terlibat dalam kasus pembelian lahan ini harus dituntaskan,” kata Din Jaya.

Ia juga berharap, kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel yang baru, Arie Arifin SH, untuk mendukung pemberantasan kasus korupsi yang ada di daerah ini.

Kasi Penkum Kejati Kalsel Mahpujat SH saat menemui para pendemo menyatakan, berkas dan dokumen yang diserahkan olah pihak OKP dan LSM bakal dipelajari terlebih dahulu.

Sayyid Maulana Ahmad

Pimpinan Redaksi - Berpengalaman selama 3 tahun di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya, sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan, لا حول ولا قوة إلا بالله

Berita Lainnya

5 Comments

  1. This design is steller! You certainly know how to keep a reader entertained. Between your wit and your videos, I was almost moved to start my own blog (well, almost…HaHa!) Excellent job. I really loved what you had to say, and more than that, how you presented it. Too cool!

  2. Its like you read my thoughts! You appear to understand so much about this, like you wrote the e-book in it or something. I believe that you can do with some percent to pressure the message house a bit, but instead of that, that is magnificent blog. A great read. I’ll definitely be back.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas