Olahraga

Melalui Futsal, Alumni IKAPTK Mempererat Tali Persaudaraan

TERAS7.COM – Olahraga futsal, selain memiliki ragam manfaat bagi kesehatan seperti melancarkan peredaran darah serta mengencangkan otot-otot, olahraga yang digandrungi semua elemen ini juga dapat dijadikan wadah untuk menyambung tali silaturahmi.

Sebagaimana yang dicontohkan oleh alumni Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Kota Banjarbaru dan IKAPTK Kabupaten Kapuas, kedua alumni tersebut mempererat tali persaudaraan dengan menggelar pertandingan persahabat futsal di Lapangan Futsal Fajar Bintang, Komplek Bumi Cahaya Bintang Banjarbaru, Sabtu kemarin (20/7).

Salah seorang alumni IKAPTK Kota Banjarbaru, Ahmad Syarief Nizami menyampaikan, berawal dari ide IKAPTK Kabupaten Kapuas, laga persahabatan ini pun dilaksanakan. Tim IKAPTK Kabupaten Kapuas terdiri dari 12 orang.

“Pertandingan ini sebagai ajang silaturahmi kami, mempererat persaudaraan sesama alumni purna praja. Selain itu, pertandingan persahabatan ini diadakan untuk latih tanding meningkatkan skill sembari berolahraga.” kata pria yang biasa disapa Nizam ini.

Tim Futsal IKAPTK Kota Banjarbaru diperkuat oleh Johan Arifin (Kadiskominfo Kota Banjarbaru) sekaligus kapten tim, Dedy Soetoyo (Kabag Humas & Protokol Setdako Banjarbaru), Muhammad Firman (Kabag TU RSD Idaman Banjarbaru), Iberahim Malik (Kasubbag Protokol Setdako Banjarbaru), Muhammad Zikru, Muhammad Fatah (Lurah Syamsudin Noor), serta Ahmad Syarief Nizami (Sekretaris Dishub Banjarbaru).

Lihat juga :  Ini Pesan Walikota Kepada Para Kafilah Kota Banjarbaru

Salah satu legenda sepakbola Diva Banjarbaru ini menilai, kegiatan seperti ini sangat positif untuk membina corsa sebagai alumni, dan ikut menggalakkan kecintaan di bidang olahraga.

Dalam laga persahabatan ini, Tim IKAPTK Kota Banjarbaru berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 11-8. Rencananya, IKAPTK Kota Banjarbaru akan ke Kabupaten Kapuas untuk melakukan kunjungan/pertandingan balasan.

Salim Ma'ruf

Reporter - Salim Ma'ruf, seorang lelaki yang 24 tahun lalu lahir di Bumi Antaludin, Kandangan, yang terus belajar dan berproses tanpa mengenal kata finish, sampai maut memisahkan roh dan raga.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas