PemerintahanPendidikan

Walikota Pimpin Upacara Pengukuhan Paskibraka Kota Banjarbaru

TERAS7.COM – Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani mengukuhkan 33 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Banjarbaru di Aula Bina Satria, Kamis malam (15/8). Pada hari Sabtu, tanggal 17 Agustus mendatang, 33 anggota Paskibraka tersebut akan melakukan upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih di Lapangan Dr. Murjani.

Selama upacara pengukuhan berlangsung, suasana terlihat khusyuk. Terlebih lagi sebelum upacara berakhir, dilantunkan lagu Syukur, membuat suasana Aula Bina Satria semakin khidmat.

Setelah berakhirnya upacara, diawali Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru, kemudian satu persatu tamu undangan yang berhadir bergantian/bergiliran mengucapkan selamat kepada anggota Paskibraka yang terpilih.

Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani seusai upacara mengungkapkan, bahwa 33 anggota Paskibraka tersebut merupakan putra dan putri terbaik Kota Banjarbaru yang telah terpilih mewakili sekolah dan generasi muda.

Sebelumnya, para anggota Paskibraka telah diberikan latihan serta bimbingan untuk melaksanakan tugas. Bukan hanya latihan dalam bentuk Peraturan Baris Berbaris (PBB), tetapi juga dibekali dengan mental dan karakter serta ditanamkan nilai-nilai nasionalisme.

Lihat juga :  Bupati akan Buat Perda Seni Baca Tulis Alquran

“Harapannya dengan latihan yang diberikan, InsyaAllah tugas yang diamanatkan untuk adik-adik dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, yaitu sukses dalam pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih pada detik-detik Proklamasi tanggal 17 Agustus nanti,” terang Nadjmi Adhani.

Sementara itu, salah seorang anggota Paskibraka terpilih Muhammad Irfan asal SMAN 2 Banjarbaru mengaku bangga dapat mewakili sekolahnya dan membahagiakan orang tuanya.

“Harapannya pada tanggal 17 Agustus yang akan datang ketika pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih berjalan lancara dan sukses,” pungkasnya.

Salim Ma'ruf

Reporter - Salim Ma'ruf, seorang lelaki yang 24 tahun lalu lahir di Bumi Antaludin, Kandangan, yang terus belajar dan berproses tanpa mengenal kata finish, sampai maut memisahkan roh dan raga.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas