InfrastrukturKesehatan

Layanan Kesehatan Banjar Dipertanyakan, Belasan Tahun Pustu Dibiarkan Rapuh

TERAS7.COM – Pelayanan kesehatan menjadi salah satu dari tiga prioritas utama program pembangunan daerah yang dicanangkan Bupati Banjar, H. Khalilurrahman selain pembangunan infrastruktur dan pendidikan.

Keberadaan infrastruktur yang baik dan layak seperti bangunan untuk Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) serta Posyandu yang sangat menunjang pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Namun di Desa Pasar Jati, Kecamatan Astambul ada salah satu Pustu yang bangunannya terlihat rusak dari luar.

Punya letak yang cukup strategis di pinggir jalan Ahmad Yani, atap bangunan Pustu yang terlihat terkoyak ini sudah terjadi beberapa lama, tapi belum ada perbaikan dari Pemerintah.

Atas bangunan Pustu Pasar Jati ini terkoyak dan belum ada perbaikan dari pemerintah

Menurut penanggung jawab Pustu Pasar Jati, Hj. Noor Jannah yang ditemui pada Senin (19/8) menjelaskan bangunan Pustu yang telah berumur puluh tahun yang lalu ini hanya pernah sekali di renovasi pada tahun 2000-an, namun belum pernah direhab lagi.

“Dulu setelah beberapa tahun saya kerja disini pernah direhab, sekarang tidak pernah ada lagi rehat untuk bangunan Pustu ini. Rusaknya atap yang sekarang karena truk tronton yang tertarik tali yang ada di atap. Pernah dari Puskesmas Astambul mau melakukan perbaikan, namun ditunda karena tanggung katanya kalau dilakukan perbaikan sekarang. Nunggu direnovasi total saja,” ujar wanita yang bekerja sebagai bidan di Pustu Pasar Jati selama 22 tahun ini.

Kerusakan atap bangunan Pustu yang memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat Desa Pasar jati ini sering bocor jika terjadi hujan.

Penanggungjawab Pustu Pasar Jati, Hj. Noor Jannah

“Perbaikan Pustu ini sudah diusulkan, namun belum direalisasikan. Kita justru disuruh mencari lokasi untuk Pustu yang baru, sempat ada masyarakat yang ingin menjual lahannya untuk Pustu, tapi terkendala masalah pendanaan akhirnya batal. Masyarakat ingin lahannya langsung dibayar, sedangkan dari dinas tak bisa membayar sekarang, menunggu anggaran dari pemerintah,” kata Noor Jannah.

Walaupun ada usulan relokasi Pustu ke lokasi dilain di Desa Pasar Jati menurutnya letak Pustu sekarang lebih ia sukai.

“Lebih suka dan betah disini, terutama untuk masalah keamanan, saya masih berani tugas sendiri disini, walau tepatnya sempit. Kalau dipindah ke RT lain saya merasa keamanannya kurang daripada disini yang berdekatan dengan pasar. Kami berharap direnovasi dan diperluas, tidak dipindahkan,” harapnya.

Lihat juga :  Qori Disabilitas Ini Raih Juara Dalam MTQ Tatah Makmur

Hal senada diungkapkan pula oleh warga Desa Pasar Jati, Muhammad Ramli (61) yang sangat terbantu dengan adanya Pustu ditempat sekarang.

Muhammad Ramli (61), Warga Desa Pasar Jati keberatan bangunan Pustu Pasar Jati direlokasi

“Pustu ini letaknya dipinggir jalan raya dan dekat dekat dengan rumah kami. Masyarakat disini terutama para lansia berharap Pustu yang ada ini tidak dipindahkan, karena membuat kami agak kesusahan. Kami berharap pemerintah memperbaiki Pustu ini dan tidak memindahkan lokasinya ke tempat lain,” ungkapnya.

Kerusakan bagian atap dari Pustu ini sendiri kata Muhammad Ramli kerap kali menjadi bahan pembicaraan bagi pengguna jalan yang singgah untuk makan di warung yang berada di seberang Pustu ini.

“Banyak pejabat dari luar daerah yang kebetulan singgah disini, sering tanya bangunan apa yang diseberang, kok atapnya rusak. Setelah melihat pelangnya baru tahu bangunan di seberang itu Pustu. Karena itu menurut saya perbaikan harus segera dilaksanakan oleh pemerintah,” pinta Muhammad Ramli.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar ikhwansyah mengatakan bangunan Pustu yang ada di Desa Pasar Jati ini akan direlokasi ke tempat yang baru karena melanggar aturan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, Ikhwansyah

“Ada aturan mengenai bangunan di sempadan jalan yang baru berjarak 35 meter dari jalan. Kalau kita lakukan perbaikan bisa melanggar aturan yang ada, kita tidak ingin hal itu terjadi. Inilah yang kami ingin sampaikan kepada masyarakat, walau ada keberatan tapi relokasi ini harus dilakukan,” kata Ikhwansyah.

Untuk melakukan relokasi, pihaknya sudah meminta agar pihak terkait yaitu Puskesmas Astambul agar mencari rumah penduduk yang mau disewakan menjadi bangunan Pustu Pasar Jati yang baru.

“Juga kita cari tanah untuk relokasi yang baru, masih di Desa Pasar Jati juga. Untuk proses pembeliannya perlu perencanaan yang cukup, kita memang prihatin dengan situasi bangunan Pustu yang ada, karena itu kita akan upayakan proses pembangunan Pustu ini ditempat yang baru,” jelasnya.

Pembangunan Pustu Pasar Jati yang baru ini ujarnya belum masuk dalam APBD-P 2019 dan RAPBD 2020 karena belum tersedianya lokasi baru untuk Pustu ini.

“Kalau sudah tersedia lokasi barunya, nanti akan kita coba masukkan pembangunannya ke APBD Perubahan tahun mendatang,” janji Ikhwansyah.

Rizki Saputera

Reporter - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya. Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan. JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas