KesehatanLayanan Publik

Mencetak Generasi-generasi Unggul

TERAS7.COM – Kegiatan Peduli Kesehatan yang mengangkat tema ‘Posyandu Indomaret 2019’ yang dilaksanakan di Taman Van Der Pijl Banjarbaru, Sabtu (24/8) dihadiri oleh Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani dan didampimgi Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, Hj. Ririen Nadjmi Adhani.

Posyandu Indomaret 2019 ini diselenggarakan atas inisiatif Manajemen PT Indomarco Prismatama Banjarmasin yang bekerjasama dengan PT Frisian Flag Indonesia. Atas yang demikian, menurut Nadjmi, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dan penghargaa mereka kepada konsumen setianya di Banjarbaru. Selain itu, juga sebagai dukungan wujud nyata terhadap kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam mendukung perbaikan gizi balita.

Lihat juga :  Tarif Naik, Tidak Masalah Karena Ada BPJS?

“Keberadaan posyandu yang aktif sangatlah signifikan untuk memberikan perlindungan dini bagi balita, sehingga menghasilkan cikal bakal pertumbuhan yang baik untuk ke depannya. Sebab kita sadar bahwa untuk menjadi anak yang sehat dimulai sejak dini,” kata Nadjmi Adhani.

Ketua TP PKK Kota Banjarbaru menyerahkan piala kepada pemenang lomba. Foto: Hms Bjb

Pada kesempatan itu pula, Nadjmi Adhani juga menyampaikan, bahwa Kota Banjarbaru telah banyak meraih prestasi baik di tingkat provinsi maupun nasional. Seperti PHBS yang menjadi terbaik di nasional dan berbagai prestasi lainnya.

Lihat juga :  Pasar Bauntung di RO Ulin Akan Dibangun, Ini Total Biayanya

Nadjmi Adhani bersyukur karena dunia usaha PT Indomarco Prismatama dan PT  Frisian Flag Indonesia melaksanakan CSR yang menyentuh kader Posyandu untuk masyarakat dalam membantu mempersiapkan generasi anak-anak ke depannya/ mencetak generasi-generasi unggul.

“Target kita dunia usaha terlibat dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia. Harapannya semakin banyak lagi kegiatan seperti ini di lakukan dan intesitasnya semakin sering di laksanakan,” terang Nadjmi.

Dishub Banjarbaru
Tampilkan Lebih Banyak

Salim Ma'ruf

Reporter - Salim Ma'ruf, seorang lelaki yang 24 tahun lalu lahir di Bumi Antaludin, Kandangan, yang terus belajar dan berproses tanpa mengenal kata finish, sampai maut memisahkan roh dan raga.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kembali Ke Atas
Close
Close