Pemerintahan

Banjarbaru ‘Diserang’ Kabut Asap

TERAS7.COM – Pagi hari Banjarbaru diselimuti kabut asap tebal yang mengganggu rutinitas masyarakat, namun mereka tetap harus berkativitas seperti biasa, anak-anak pun mesti berangkat ke sekolah, walau harus melawan asap yang mengganggu pernapasan.

Kabut asap yang diakibatkan oleh kebakaran lahan yang terjadi setiap harinya pada musim kemarau ini, berdampak pada beberapa daerah di Kalimantan Selatan, tak terkecuali Kota Banjarbaru dan sekitarnya.

Kabut Asap di Simpang Tiga Lampu Merah Loktabat Selatan Kota Banjarbaru

Desi Warga Kota Banjarbaru Kelurahan Loktabat Utara saat pagi hari, Jumat (13/09) ingin mengantarkan anaknya ke sekolah, kepada teras7.com mengatakan, untuk mengantisipasi kabut asap yang terjadi tentu orang tua khawatir akan berdampak buruk bagi kesehatan anaknya, maka dari itu ia memakaikan masker untuk anaknya setiap pagi saat berangkat kesekolah.

“Untuk antisipasi kita pakaikan masker kepada anak, kita takut kalau ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak,” ujarnya saat ingin mengantar anaknya kesekolah.

Desi, Warga Kota Banjarbaru Kelurahan Loktabat Utara

Ia berharap pemerintah Kota Banjarbaru bisa membagikan masker gratis untuk masyarakat Banjarbaru, terutama untuk anak-anak,  kabut asap yang semakin tebal bisa berdampak pada Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA) bagi anak di sekolah.

“Kalau bisa pemerintah membagi masker gratis, terutama untuk anak-anak, agar tidak mudah sakit, yang mana bisa mengganggu konsentrasi belajar mengajar mereka disekolah,” tambahnya yang lalu berangkat mengendarai motor roda dua melawat kabut asap.

Selain itu warga lain dari Kecamatan Banjarbaru Utara, Gina yang ingin menjalani aktivitas lari pagi di lingkungan Lapangan Dr Murdjani Kota Banjarbaru juga mengeluhkan hal yang sama, ia berharap kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan pada musim kemarau, sebab kabut asap yang dihasilkan berdampak banyak bagi seluruh masyarakat.

Lihat juga :  20 Tahun Berusia, Smart City Kota Banjarbaru Siap Layani Masyarakat

“Kalau sudah seperti ini tentu juga merugikan untuk kita semua, apalagi anak-anak yang berangkat sekolah pagi ini, jadi kepada masyarakat yang lain jangan membakar lahan dimusim kemarau,” harapnya.

Gina, Warga Kota Banjarbaru Kecamatan Banjarbaru Utara

Menyikapi kabut asap yang menyelimuti Kota Banjarbaru pagi ini, Pemerintah Kota Banjarbaru mengadakan rapat pertemuan koordinasi penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan kabut asap di ruang tamu utama Walikota Banjarbaru.

Dalam pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani dan Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, dihadiri oleh Sekertaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah, Dandim 1006/Martapura Letkol Arm Siswo Budiarto, Waka Polres Banjarbaru Kompol Andik Eko Siswanto dan seluruh Kepala SKPD Kota Banjarbaru.

Nadjmi Adhani mengatakan, akan mengerahkan SKPD terkait untuk menurunkan armada bantuan melakukan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi setiap hari sehingga tidak terjadi lagi asap tebal di Kota Banjarbaru, serta akan membuat surat edaran melalui Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru untuk mengubah jam masuk belajar disekolah yang awalnya masuk jam 07.30 Wita menjadi masuk sekolah jam 08.30 Wita atau 09.00 wita.

Papat Koordinasi Pencegahan Karhutla dan Kabut Asap di Ruang Tamu Utama Walikota Banjarbaru

“Kabut asap ini terjadi hanya pada pagi hari saja, kalau sudah agak cerah kabut pun sudah hilang, kita perintahkan Dinas Pendidikan membuat surat edaran kepada sekolah-sekolah yang ada di Banjarbaru untuk mengubah jam masuk sekolah mulai hari Senin depan,” ucapnya.

Selain itu, Nadjmi Adhani juga memerintahkan Dinas Kesehatan untuk membagikan masker gratis kepada masyarakat Banjarbaru sebagai upaya mengantisipasi terjadinya penyakit yang disebabkan kabut asap.

“Dinas Kesehatan juga kita intruksikan agar mulai membagikan masker gratis kepada masyarakat Banjarbaru,”pungkasnya.

Sayyid Maulana Ahmad

Pimpinan Redaksi - Berpengalaman selama 3 tahun di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya, sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan, لا حول ولا قوة إلا بالله

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas