Budaya

Ramai Kalhutla Dan Kabut Asap, Kabupaten Banjar Gelar Pembacaan Burdah Keliling

TERAS7.COM – Musim kemarau yang terjadi beberapa bulan ini mengakibatkan kekeringan di beberapa daerah dan bencana kebakaran hutan dan lahan (Kalhutla) yang menimbulkan kabut asap, tak terkecuali di Kabupaten Banjar.

Karena itu, Pemkab Banjar bekerjasama dengan Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia (FKDMI) Kabupaten Banjar menggelar Pembacaan Sholawat Burdah Keliling di Mahligai Sultan Adam pada Senin malam (16/9).

Sebelum melaksanakan pembacaan sholawat burdah keliling, jamaah yang hadir lebih dari 3.000 orang ini melakukan sholat hajat dan do’a meminta hujan.

Rangkaian acara dimulai dengan sholat magrib berjamaah dilanjutkan dengan sholat hajat dan pembacaan surah yasin, pembacaan sholawat Kamilah dan do’a, lalu pembacaan sholawat burdah keliling

Sholat hajat yang dipimpin oleh Guru Nasih ini untuk memohon rahmat berupa hujan, sekaligus mendoakan kesehatan Bupati Banjar, H. Khalilurrahman.

Jamaah yang mengikuti pembacaan sholawat burdah keliling ini berjalan mulai dari Mahligai Sultan Adam ke jalan Ahmad Yani menuju arah Pondok Pesantren Darussalam. Kemudian berbelok di depan Jalan Berlian kembali ke arah kantor DPRD Kabupaten Banjar dan kembali lagi ke Mahligai Sultan Adam.

Ketua FKDMI Kabupaten Banjar, Jam’ani mengungkapkan pembacaan sholawat burdah ini dilaksanakan karena terjadinya beberapa bencana alam kalhutla.

“Akibat bencana kebakaran terjadi kabut asap sangat pekat dan dapat menimbulkan penyakit. Jadi kegiatan ini bertujuan untuk meminta kepada Allah agar didatangkan rahmat berupa hujan dan menjaga tradisi daerah yaitu membaca burdah keliling, sebagai tradisi khas kota serambi Mekkah dan kota santri,” katanya.

Ketua FKDMI Kabupaten Banjar, Jam’ani

Rangkaian acara sendiri ujarnya telah dimulai dengan sholat magrib berjamaah dilanjutkan dengan sholat hajat dan pembacaan surah yasin, pembacaan sholawat Kamilah dan do’a, lalu pembacaan sholawat burdah keliling.

Lihat juga :  Irigasi Dikuras, Ini Alasan Teknis Kenapa Masyarakat Tidak Perlu Khawatir Kekurangan Air Bersih

Jamaah yang hadir dalam acara ini tambah Jam’ani adalah pegawai lingkup Pemerintah Kabupaten Banjar dan masyarakat martapura serta santri pondok pesantren Darussalam Martapura.

“Sholawat burdah sendiri menurut Ahlussunnah Wal Jamaah adalah pendingin. Jadi dengan melaksanakan pembacaan sholawat burdah keliling ini situasi menjadi dingin dan Allah turunkan rahmat kepada kita,” ungkapnya.

Pembina FKDMI Kabupaten Banjar, Said Abdullah Alkaf

Pembina FKDMI Kabupaten Banjar, Said Abdullah Alkaf yang turut hadir dalam acara ini pun mengungkapkan pembacaan burdah keliling ini bertujuan agar diselamatkan dari bencana.

“Jadi acara yang digagas oleh FKDMI Kabupaten Banjar ini dalam rangka meminta kepada Allah agar kita bisa diselamatkan dari bencana, terutama kebakaran lahan maupun rumah. Selain itu melalui kegiatan ini kita juga ingin membina para dai muda agar bisa menggunakan panggung manapun untuk berdakwah, termasuk melalui medsos. Apalagi di medsos jangkauannya bisa lebih luas,” terang Sekdakot Banjarbaru ini.

Usai pelaksanaan pembacaan burdah keliling, beberapa jamaah yang beruntung yang sebagian besar santri Pesantren Darussalam diberikan hadiah oleh Bupati Banjar dan jajarannya serta Ketua DPRD Kabupaten Banjar dan pembina FKDMI Kabupaten Banjar sepeda dan uang tunai setelah menjawab beberapa pertanyaan yang dilontarkan.

Rizki Saputera

Reporter - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya. Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan. JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas