Layanan Publik

Baru Diresmikan, GPPT Sudah Dikunjungi Warga

TERAS7.COM – Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB RI, Diah Natalisa menyampaikan banyak hal ketika menghadiri Peresmian Gerai Pelayanan Publik Terpadu (GPPT) di Eks Kantor Kecamatan Landasan Ulin, Kamis (19/9) di antaranya, bahwa pelayanan publik yang berkualitas dan juga modern sudah menjadi hal yang wajib diberikan oleh setiap penyelenggara pelayanan publik.

Menurut Diah, ada beberapa kunci pelayanan yang berkualitas adalah memberikan pelayanan yang mudah, cepat, terjangkau, akuntabel, dan juga transparan.

“Ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu memberikan suasana yang nyaman dan aman kepada masyarakat yang akan berkunjung. Selain itu, juga harus berusaha menumbuhkan hal-hal yang bersifat inovatif,” kata Diah.

Selanjutnya, kata Diah, ada satu hal yang tidak kalah penting, yaitu prinsip integrasi. Ia menerangkan, bahwa integrasi dalam pelayanan utamanya adalah memberikan kemudahan, sehingga masyarakat tidak harus berpindah-pindah keberbagai lokasi untuk menerima serangkaian pelayanan yang mungkin berkaitan satu sama lain.

Sejumlah warga sedang menunggu giliran untuk mengurus berbagai macam urusan di Gerai Pelayanan Publik Terpadu. Foto: Salim

Dari pantauan reporter Teras7.com, setelah diresmikan GPPT ini, terlihat sejumlah warga mendatangi gerai tersebut untuk mengurus berbagai macam keperluannya. Seperti Tity, warga Landasan Ulin, menjelaskan bahwa kedatangannya untuk mengurus STNK. Menurut Tity, tempatnya nyaman dan semua pelayanan terdapat di gerai ini.

Lihat juga :  Posyandu Berperan Penting dalam Memberikan Pelayanan Kesehatan

“Dengan adanya ini (GPPT) Alhamdulillah, menjadi terbantu dan semua layanan ada, jadi gak harus jauh-jauh ke sana ke mari,” kata Tity.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hamdani, yang datang ke gerai untuk memperpanjang SIM.

“Wah enaklah di sini, soalnya tidak berpanas di sini ‘kan dan pelayanannya juga bagus,” jawabnya ketika ditanyakan tentang pelayanan dari gerai yang baru diresmikan ini.

Salim Ma'ruf

Reporter - Salim Ma'ruf, seorang lelaki yang 24 tahun lalu lahir di Bumi Antaludin, Kandangan, yang terus belajar dan berproses tanpa mengenal kata finish, sampai maut memisahkan roh dan raga.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas