Layanan Publik

Gerai Pelayanan Publik Terpadu, Integrasi Sebelas Layanan

TERAS7.COM – Gerai Pelayanan Publik Terpadu (GPPT) merupakan satu tempat yang mengintegrasikan beberapa layanan kepada masyarakat, terdiri dari pelayanan kependudukan, perpajakan, perbankan, BPJS, serta pelbagai layanan lainnya.

“Jadi dapat memberikan kemudahan pelayanan bagi masyarakat dan mereka dapat mengurus berbagai urusan sekaligus,” kata Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani usai peresmian GPPT di Eks Kantor Kecamatan Landasan Ulin, Kamis (19/9).

Nadjmi bersyukur, bahwa dalam waktu yang relatif singkat dapat mengintegrasikan sebelas layanan, 3 dari Pemko Banjarbaru dan 8 dari luar instansi Pemerintah Kota Banjarbaru.

Kesebelas layanan tersebut adalah UPPD Samsat, Disdukcapil Kota Banjarbaru, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), BPPRD Kota Banjarbaru, Polres Banjarbaru, KPP Pratama Banjarbaru, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Kalsel, Kantor Pos dan Bank BRI.

“Gerai ini akan kita terus evaluasi untuk melakukan perbaikan. Ini sejalan dengan visi misi Kota Banjarbaru, yaitu peningkatan kualitas pelayanan publik melalui reformasi birokrasi dan pelayanan publik, menuju Kota Pelayanan yang Berkarakter,” terang Nadjmi Adhani.

Lihat juga :  Diduga Pungli, Dishub Banjar Mengaku Khilaf
Foto: Salim

Salah satu instansi yang ikut menyediakan pelayanan di GPPT ini adalah Polres Banjarbaru. Di mana dalam hal ini, Polres Banjarbaru memberikan pelayanan berupa perpanjangan SIM A dan SIM C, serta perpanjangan SKCK.

Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Jaya menyampaikan, dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, pihaknya membuat inovasi, yakni bergabung dengan Gerai Pelayanan Publik Terpadu (GPPT) di Kota Banjarbaru. Tujuannya, kata AKBP Kelana Jaya, agar masyarakat bisa lebih mudah dan cepat terlayani.

Terkait dengan tempat GPPT ini, ia menilai sudah cukup bagus. “Ini sudah cukup baik dan bagus untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata AKBP Kelana Jaya.

Salim Ma'ruf

Reporter - Salim Ma'ruf, seorang lelaki yang 24 tahun lalu lahir di Bumi Antaludin, Kandangan, yang terus belajar dan berproses tanpa mengenal kata finish, sampai maut memisahkan roh dan raga.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas