Agriculture

Debit Air Sungai Irigasi Riam Kanan Berkurang, Kematian Ikan Budidaya Masih Normal

TERAS7.COM – Memasuki musim kemarau panjang, tak hanya kebakaran hutan dan lahan (Kalhutla) dan kabut asap saja yang terjadi, debit air di sungai irigasi Riam Kanan pun berkurang karena hujan tidak turun.

Hal ini membuat pembudidaya ikan yang berada di aliran sungai Irigasi Riam Kanan harus berhati-hati, baik pembudidaya di Keramba Jaring Apung (KJA) dan kolam agar ikan budidayanya tidak mati dalam jumlah besar.

Kabid Perikanan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar, Agus Suprantio melalui Kasi Kesehatan Ikan Dan Lingkungan, Muryani Hastuti saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (20/9) mengatakan kasus kematian ikan budidaya di Kabupaten Banjar tak signifikan.

“Untuk kasus kematian ikan akibat musim kemarau pasti ada, namun berdasarkan laporan yang kami terima dari pembudidaya ikan, kematian ikan budidaya akibat musim kemarau hingga saat ini masih normal dan tidak signifikan,” ujarnya.

Kasi Kesehatan Ikan Dan Lingkungan Dinas Perikanan Kabupaten Banjar, Muryani Hastuti

Kematian ikan budidaya akibat musim kemarau sendiri banyak terjadi di KJA, diakibatkan suhu udara yang ekstrim, juga kandungan oksigen terlarut (DO) dan PH dalam air berubah.

“Kami sudah melakukan antisipasi dengan memberikan pengumuman melalui radio Alkaromah Martapura kepada pembudidaya ikan agar ikan yang sudah dapat bisa dikonsumsi bisa segera dipanen dan dijual serta menunda menebar bibit untuk menghindari kerugian akibat kematian ikan dalam jumlah besar,” katanya.

Lihat juga :  Rencanakan Buka Penjaringan, Nasdem Tetap Unggulkan Saidi Mansyur

Jika ikan budidaya belum siap di panen, Diskan Kabupaten Banjar juga meminta pembudidaya ikan menyediakan penampungan air dan menyimpan dana menjelang masa panceklik agar kerugian bisa dihindari sebisa mungkin.

“Kami sendiri sudah melakukan kunjungan ke lapangan, misalnya ke Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan. Di sana air sungai sudah bisa diseberangi dengan berjalan kaki, tapi Alhamdulillah air masih mengalir sehingga masih bisa diantisipasi,” terangnya.

Sebelumnya Diskan Kabupaten Banjar telah mengumumkan kepada seluruh Pembudidaya Ikan Pengguna Air Irigasi di Kecamatan Aranio, Karang Intan, Martapura Dan Martapura Barat mengenai pengaturan pola operasi turbin PLTA oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Dan Penyaluran Kalimantan Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Barito karena kondisi cuaca sekitar Waduk Riam Kanan dan kondisi DMA (Duga Muka Air) yang rendah mencapai 55.57 m (data per tanggal 11 september 2019 pukul 08.00) hingga datangnya musim hujan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Diskan menghimbau kepada seluruh pembudidaya ikan untuk berhati-hati dan dapat melakukan langkah-langkah persiapan untuk mengantisipasi hal tersebut dengan menampung air sebagai cadangan keperluan air untuk budidaya perikanan.

Rizki Saputera

Reporter - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya. Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan. JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas