Layanan Publik

Walikota: BPM untuk Meningkatkan Kualitas Infrastruktur Permukiman

TERAS7.COM – Serah Terima Kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program Kotaku Tahun 2019 di halaman kantor Kelurahan Landasan Ulin Timur, Selasa (8/10) dihadiri oleh Walikota Banjarbaru, H. Nadjmi Adhani. Pada kesempatan itu, Nadjmi Adhani memberikan secara simbolis Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) kepada sejumlah LKM di Kota Banjarbaru.

Dalam sambutannya, Nadjmi Adhani menyampaikan, bahwa Kota Banjarbaru merupakan kota yang berkembang pesat, yang dalam dinamika perkembangannya menyisakan permasalahan tersendiri berupa kawasan permukiman kumuh.

Nadjmi Adhani ketika memberikan sambutan. Foto: Salim7.

Dalam beberapa tahun terakhir telah dilakukan penanganan kawasan permukiman hingga terjadi pengurangan luasan kawasan kumuh yang cukup signifikan di Kota Banjarbaru.

“Pada tahun 2014 tercatat luas permukiman kumuh di Kota Banjarbaru sebesar 349,12 hektar. Dan pada akhir tahun 2018 tersisa 87,45 hektar,” kata Nadjmi.

Berbagai kegiatan penanganan kumuh telah dilakukan, kata Nadjmi, baik skala lingkungan, skala kawasan dan skala reguler, maupun melalui kegiatan Pemko Banjarbaru.

Lihat juga :  Polri Mengabdi Kepada Bangsa dan Negara

Selain itu, berbagai pihak juga telah terlibat dan berpartisipasi dalam penanganan kawasan permukiman kumuh, terutama masyarakat dan juga diharapkan keterlibatan pihak swasta lebih optimal.

Walikota Banjarbaru beserta tamu undangan berdiri ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Kota Banjarbaru. Foto: Salim7

“Seperti kegiatan Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) Program KOTAKU tahun 2019 merupakan kegiatan penanganan kumuh skala lingkungan yang pelaksanaannya dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) didampingi oleh Tim Kotaku, Lurah, Camat, dan Pokja PKP Kota Banjarbaru,” kata Nadjmi Adhani.

Tujuan dari pemberian BPM ini, ujar Nadjmi, adalah dalam rangka meningkatkan kualitas infrastruktur permukiman seperti perbaikan akses infrastruktur jalan lingkungan, penyediaan drainase, pemenuhan kebutuhan air minum, tersedianya akses sanitasi, dan pengelolaan persampahan untuk kepentingan masyarakat.

Salim Ma'ruf

Reporter - Salim Ma'ruf, seorang lelaki yang 24 tahun lalu lahir di Bumi Antaludin, Kandangan, yang terus belajar dan berproses tanpa mengenal kata finish, sampai maut memisahkan roh dan raga.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas