AgriculturePolitik

Anggota Komisi II Banjar Apresiasi Respon Cepat Diskan Tangani Kematian Ikan

DPRD Kota Banjarbaru

TERAS7.COM – Respon cepat yang dilakukan Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Banjar dalam merespon kematian ratusan ton ikan di Keramba Jala Apung (KJA) sepanjang aliran Sungai Riam Kanan di Kecamatan Karang Intan disambut baik oleh berbagai pihak.

Salah satunya datang dari Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banjar, Mulkan saat peninjauan Kepala Dinas Diskan Banjar, Riza Dauly di Desa Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan pada Kamis (17/10).

“Kita apresiasi tindakan dan langkah cepat dan reaktif yang dilakukan Diskan Banjar dalam meminimalisir dampak-dampak akibat kematian ikan massal,” ujarnya.

Komisi II DPRD Banjar yang menangani bidang ekonomi dan keuangan ini kata Mulkan telah melakukan koordinasi langsung dengan Diskan Banjar sejak kasus kematian ikan ini terjadi.

Polres Kabupaten Banjar
Anggota DPRD Banjar, Mulkan bersama Kadiskan Banjar meninjau Keramba Jala Apung yang terdampak kematian ikan secara massal

“Kematian ikan ini sering terjadi, tak hanya sekali ini saja tapi berulang setiap 2-3 tahun sekali. Kebetulan kali ini kita mengalami musim kemarau panjang selama 5 bulan dan membuat debit air sungai menurun. Hal ini tentu saja berhubungan langsung dengan kematian ikan secara massal yang terjadi hari ini,” terangnya.

Lihat juga :  Nanang Galuh Intan 2019 Telah Terpilih, Ini Target Selanjutnya

Masalah yang terjadi kali ini bukan hanya masalah bagi masyarakat saja lanjut Mulkan, tapi juga menjadi masalah bagi masyarakat dan pemerintah daerah sehingga kedua pihak ini perlu menyatukan langkah agar kejadian seperti ini tak terulang lagi di depannya.

“Ke depan kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait secara maksimal dan intensif, termasuk dari instansi vertikal di provinsi yang bekaitan dengan kebijakan aliran sungai agar bisa bermanfaat banyak bagi masyarakat,” katanya.

Komisi II DPRD Banjar sambung Mulkan akan mencari titik inti masalah sehingga akan menemukan “obat mujarab” sesuai dengan kewenangannya, termasuk melalui kebijakan anggaran untuk mengantisipasi kejadian seperti ini agar tak terulang lagi.

“Kita juga akan mengambil langkah yang tepat dengan duduk bersama instansi terkait dan pengelola Irigasi Riam Kanan serta PLTA PM. Noor untuk temukan solusi pengendalian air sungai Riam Kanan ini. Kita akan lihat formula apa yang tepat untuk menyelesaikan masalah ini dalam jangka pendek dan bermanfaat dalam jangka panjang,” jelasnya.

Rizki Saputera

Reporter - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya. Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan. JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas