Agriculture

Balai Penyuluh Pertanian Astambul “Rekayasa” Jeruk Berbuah Setiap Tahun

DPRD Kota Banjarbaru

TERAS7.COM – Terkenal sebagai penghasil buah jeruk di Kabupaten Banjar, Kecamatan Astambul makin serius untuk mengembangkan Agrowisata.

Apalagi jeruk siam yang ditanam para petani di Kecamatan Astambul terkenal manis memiliki cita rasa yang berbeda daripada jeruk daerah lain.

Agrowisata jeruk ini akan dikembangkan di Desa Sungai Alat yang terkenal sebagai salah satu sentra penghasil jeruk, di Kabupaten Banjar.

Bahkan untuk mewujudkan Agrowisata jeruk ini, Kementerian Pertanian dan instansi terkait di Provinsi Kalsel dan Kabupaten Banjar telah meninjau lokasi dan berencana akan dilakukan penambahan areal tanaman jeruk.

Polres Kabupaten Banjar
Pengembangan Agrowisata jeruk Astambul jadi pembahasan dalam rapat koordinasi Kecamatan Astambul beberapa waktu yang lalu.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Astambul, Marhadiansyah dalam rapat koordinasi Kecamatan Astambul beberapa waktu yang lalu.

“Pemerintah daerah hingga pemerintah desa tengah berupaya untuk mewujudkan agrowisata ini dengan membangun beberapa fasilitas, antara lain jalan, gazebo, lahan parkir, serta toilet. Namun ada beberapa kendala yaitu areal parkir serta toilet,” ungkapnya.

Lihat juga :  Dari Gubuk di Martapura, Pindah ke Rumah Singgah Berkarakter Banjarbaru

Marhadiansyah menambahkan pihaknya tengah mengupayakan sebuah teknik pengelolaan tanaman agar jeruk siam khas Astamhul ini bisa berbuah sepanjang tahun.

“Jadi jeruk tidak berbuah pada musim tertentu saja. Sehingga Agrowisata ini bisa sepanjang tahun,” jelasnya.

Upaya pengembangan agrowisata oleh Balai Penyuluh Pertanian Kecamatan Astambul ini disambut baik oleh Camat Astambul, Sirajuddin Ali.

“Kami berharap keberadaan Agrowisata buah jeruk ini akan semakin mengenalkan Kecamatan Astambul kepada masyarakat luar.
Namun pengelolaan kawasan Agrowisata dilakukan dengan baik. Adanya pembagian tugas yang jelas, antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan dan pemerintahan desa,” terangnya.

Rizki Saputera

Reporter - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya. Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan. JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas