Layanan Publik

Pengelolaan Sampah Melibatkan Seluruh Pemangku Kepentingan

DPRD Kota Banjarbaru

TERAS7.COM – Rapat Pembinaan Adipura Tahap 2 Tahun 2019 dilaksanakan di Aula MGMP SMAN 2 Banjarbaru, Senin (21/9). Selain dihadiri oleh Wakil Walikota Banjarbaru, H. Darmawan Jaya, rapat ini juga diikuti oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya, dan Kemitraan DLH Provinsi Kalsel, Benny Rahmadi, Kadis LH Banjarbaru, Sirajoni, Kepsek SMAN 2 Banjarbaru, Eksan Wasesa, dan tamu undangan lainnya.

Program Adipura telah dilaksanakan setiap tahun sejak tahun 1986, kemudian terhenti pada tahun 1998. Dalam lima tahun pertama, program Adipura difokuskan untuk mendorong kota-kota di Indonesia menjadi ‘Kota Bersih dan Teduh’.

Program Adipura kembali dicanangkan di Denpasar, Bali pada tanggal 5 Juni 2002 dan berlanjut hingga sekarang. Adapun pengertian kota dalam penilaian Adipura adalah bukanlah kota otonom, namun bisa juga bagian dari wilayah kabupaten yang memiliki karakteristik sebagai daerah perkotaan dengan batas-batas wilayah tertentu. Kota Banjarbaru telah mendapatkan 8 piala Adipura sejak tahun 2009 sampai dengan 2018.

Lihat juga :  'Kado' dari Warga untuk HUT ke 20 Kota Banjarbaru
Foto: Salim

“Pengelolaan sampah melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang terintegrasi mulai dari sumber sampai pemrosesan akhir yang tertuang dalam rencana program kegiatan,” kata Darmawan Jaya dalam sambutannya.

Polres Kabupaten Banjar

Menurut Jaya, hal terpenting dalam pengelolaan kebersihan lingkungan bukanlah penghargaan yang didapat, namun kesadaran diri warga masyarakat untuk mencintai kebersihan dan lingkungan sekitar. Seperti membersihkan got di sekitar rumahnya, mengelola limbah usaha rumah sakit, rumah makan, warung dan sebagainya sesuai ketentuan, serta sadar membuang sampah pada waktunya di TPS-TPS yang telah disediakan.

Orang nomor 2 di Kota Banjarbaru ini berharap, melalui rapat pembinaan Adipura tahap 2 ini akan dapat melihat kelemahan dan program apa yang belum berjalan dengan baik khususnya pada indikator yang menjadi obyek penilaian.

Salim Ma'ruf

Reporter - Salim Ma'ruf, seorang lelaki yang 24 tahun lalu lahir di Bumi Antaludin, Kandangan, yang terus belajar dan berproses tanpa mengenal kata finish, sampai maut memisahkan roh dan raga.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali Ke Atas