Infrastruktur

Siring Menara Pandang 33 Banjarbaru Ambruk

TERAS7.COM – Siring Sungai Kemuning Banjarbaru ambruk akibat arus sungai yang disebabkan oleh hujan deras yang melanda kota Banjarbaru dan sekiranya, pada Kamis (09/01).

Memasuki musim penghujan, beberapa daerah di Kalimantan Selatan terdampak genagan air yang cukup tinggi, salah satunya kota Banjarbaru.

Dari pantauan teras7.com, setelah hujan deras yang terjadi sejak pukul 16.00 WITA hingga 19.30 WITA hari ini, kembali membuat Sungai Kemuning meluap dengan arus cukup deras, hingga mengakibatkan bagian Siring Menara 33 ambruk.

Lihat juga :  Menko PMK Puan Maharani : "kalsel ini masih butuh pembangunan infrastruktur"

Ditemui di tempat lokasi Lurah Loktabat Selatan Feffy Ramadianty yang sedang memantau ambruknya siring mengatakan, bahwa ini sudah di dalam penanganan Dinas PUPR dan akan dilakukan perbaikan.

“Ini sudah ditangani PU dan akan dilakuan perbaikan,” ujarnya sembari meninggalkan lokasi karena ada kesibukan lain.

Masih di lokasi Ketua RT 03 Kelurahan Loktabat Selatan Rifki Hamidi mengatakan, bahwa ambruknya Siring yang sudah dibangun kurang lebih 1 tahun ini sudah terjadi sejak beberapa hari lalu saat hujan deras.

Lihat juga :  Pembangunan Jembatan Sungai Lulut Timbulkan Persoalan, Anggota DPRD Banjar Sebut Tak Ada Antisipasi Pemerintah

“Ini sudah sejak kemarin, saat hujan hari ini arus kembali deras dan menambah kerusakan dibagian Siring ini,” katanya.

Selain ambruknya Siring juga ditemukan beberapa bagian Siring mengalami hentakan dan keretakan, membuat bagian lantai siring bergelombang.

Menurutnya, pondasi siring yang sudah tua sudah tidak mampu lagi menahan tekanan arus deras, sehingga ambruk hingga bagian beton lantai Siring.

“Sebenarnya Siring ini masih kuat, namun karena memang derasnya arus air membuat Siring ini begini,” terangnya.

Tampilkan Lebih Banyak

Sayyid Maulana Ahmad

Pimpinan Redaksi - Berpengalaman selama 3 tahun di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya, sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan, لا حول ولا قوة إلا بالله

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kembali Ke Atas
Close
Close