Kuliner

Pasar Durian Dadakan Ini Tidak Pernah Sepi Pengunjung

TERAS7.COM – Para penggemar durian sengaja datang untuk berburu durian lokal khas Kalimantan Selatan di Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan kota Banjarbaru, provinsi Kalimantan Selatan.

Meskipun puncak musim durian diperkirakan terjadi pada akhir musim Januari dan bulan Febuari namun para penggemar durian sudah terlihan di awal tahun 2020 ini. Mereka sengaja mampir usai perjalanan sehabis liburan akhir tahun.

Seperti yang terlihat di pasar buah durian dadakan yang berjejer di tepi jalan ini, ramai di datangi pengunjung mulai dari yang menggunakan sepeda motor, hingga mobil mewah, hanya untuk menikmati satu atau dua buah durian sebagai wisata lidah pencintan durian.

Lihat juga :  Penjualan Anyaman Kulit Ketupat Naik Jelang Hari Raya

Selanjutnya untuk oleh-oleh liburan, banyak pengunjung menenteng 3 sampai 5 buah durian untuk di nikmati bersama keluarga dirumah.

Hasan (36), salah satu penjual durian lokal mengaku, sejak liburan awal tahun pengunjung membludak, bahkan durian yang ia jual lebih dari 100 buah bisa habis.

“saya pun bolak balik untuk mengambil durian-durian yang di jual bervarian harga dari harga puluhan ribu sampai ratusan ribudari harga puluhan ribu, kita sudah bisa menikmatin durian yang sangat nikmat,” ujarnya kepada teras7.com, pada Minggu (12/01).

Lihat juga :  Pasukan SS6 'Serbu' Anies Baswedan

Durian disini banyak jenis dan rasanya sangat nikmat, jadi tak heran sangat banyak dikunjungan oleh pencinta durian.

Salah satu pengunjung Anani (42) mengatakan, rasanya tidak lengkapkan untuk para penikmat durian kalo kita tidak berkunjung ke pasar durian di sungai ulin atau guntung paikat ini.

“Selain harganya yang murah meriah rasanya juga nikmat,” ucapnya. (T7-Heldi)

Tampilkan Lebih Banyak

Sayyid Maulana Ahmad

Pimpinan Redaksi - Berpengalaman selama 3 tahun di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya, sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan, لا حول ولا قوة إلا بالله

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kembali Ke Atas
Close
Close