Ekonomi

Surplus Air, PDAM Intan Banjar Fokus Bangun Koneksi Jaringan Pipa

TERAS7.COM – Sebagai perusahaan yang melayani kebutuhan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan.

Pada tahun 2020 ini, dalam business plan PDAM Intan Banjar ada beberapa wilayah yang diprioritaskan pembangunan jaringan pipa untuk memaksimalkan suplai air bersih kepada pelanggannya.

Hal ini diungkapkan Direktur Teknik PDAM Intan Banjar, Said Umar saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (3/2).

Salah satunya adalah Aerocity Banjarbaru, dimana akan dilakukan pipanisasi tahap kedua dengan panjang 10 km dengan pagu anggaran sekitar 40 Miliar.

Direktur Teknik PDAM Intan Banjar, Said Umar

“Tahap pertama pembangunan pipa ke arah Bandara Syamsudin Noor untuk Aerocity sudah dilaksanakan dan berdampak pada peningkatan pelayanan di zona Perumahan Seribu dan Banjarbaru Selatan. Pada tahap kedua ini kita akan kembali melakukan pipanisasi, terdiri dari diameter 200 milimeter, 300 milimeter, dan 500 milimeter,” ujarnya.

Dengan selesainya pembangunan jaringan pipa tahap kedua ini, nantinya akan ada peningkatan kualitas pelayanan di daerah Landasan Ulin di sekitar Bandara.

Lihat juga :  Guru Khalil Himbau APBDES Untuk Membangun Jamban

Selain itu direncanakan pula pembangunan Booster di Kawasan Aerocity dengan lahan yang sudah disiapkan oleh Pemerintah Kota Banjarbaru.

“Di Banjarbaru kita juga akan melakukan pembenahan pada jaringan pipa di daerah Trikora Banjarbaru dari pipa berdiameter 150-200 milimeter menjadi 300 milimeter, karena terjadi peningkatan jumlah pelanggan sehingga perlu dilakukan pembesaran pipa sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Peta jaringan pipa PDAM Intan Banjar

Sementara untuk Kabupaten Banjar, Said Umar pihaknya berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan hingga ke beberapa kecamatan seperti Kecamatan Aluh-Aluh dan Beruntung Baru yang rawan air bersih serta menghubungkan jaringan pipa Bandara dengan jaringan pipa Syarkawi.

“Kita melihat potensi kelebihan debit air yang kita miliki agar air bersih yang ada bisa dimanfaatkan secara merata. Dari jaringan pipa Banjarbakula kita punya debit 250 liter perdetik dan dari PDAM sendiri punya debit 170 liter perdetik. Bahkan pemerintah rencananya mau membangun jaringan pipa baru dengan debit 500 liter perdetik,” ungkapnya.

Lihat juga :  Praja Muda Karana Darul Hijrah Wakili Kalsel ke PPSN Jambi

Dengan potensi surplus sumber air bersih tersebut, daerah rawan air bersih saat musim kemarau tetap mendapatkan air bersih jika jaringan pipa PDAM ini saling terkoneksi satu sama lain.

“Selama ini jika jaringan pipa syarkawi terganggu, maka pelanggan kami di Sungai Tabuk akan mengalami masalah. Ke depan jika antar jaringan pipa ini saling terhubung, kita bisa backup melalui jaringan Bandara. Sehingga nantinya tak ada lagi pemadaman dan pelayanan dapat lebih merata,” terang Said Umar.

PDAM Intan Banjar lanjutnya sangat mengharapkan dukungan semua stake holder terkait mengenai masalah infrastruktur jaringan pipa ini untuk peningkatan kualitas penyediaan air.

“Kami yakin bantuan dan dukungan sarana dan prasarana dari Pemerintah Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru dan Provinsi Kalsel lebih bisa cepat diterima manfaatnya oleh masyarakat. Kalau PDAM sendiri bisa, tapi lebih lambat dan tak sebanding dengan kebutuhan masyarakat akan air bersih yang makin meningkat,” katanya.

Dishub Banjarbaru
Tampilkan Lebih Banyak

Rizki Saputera

Reporter - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya. Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan. JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kembali Ke Atas
Close
Close