Kesehatan

Benarkah 4 Mahasiswa Asal Kalsel Terdeteksi Virus Corona

TERAS7.COM – Beredar kabar 4 penumpang pesawat Lion Air nomor penerbangan FLT JT524 Cengkareng-Banjarmasin terdeksi alat KKP dengan suhu badan melebihi suhu panas diatas rata-rata.

Kabar tersebut diketahui pada hari sabtu 6 februari 2020, pukul 16.30 WITA, tersebar dimedia sosial khususnya Whatsapp.

Adapun 4 orang tersebut adalah mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang sedang menimba ilmu di Provinsi Nanjing China, 500 Kilometer dari Wuhan kota asal virus korona menyebar.

Untuk mengetahui kebenaran kabar tersebut, teras7.com berupaya mengkonfirasi ke pihak Bandra Internasional Syamudin Noor via Whatsapp.

Lihat juga :  DP Terjangkau, PT Bangun Banua Dirikan Ratusan Rumah

Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Internasional Syamsuddin Noor, Aditya Putra tidak bisa memberikan keterangan jelas dan melemparkannya ke bagian KKP.

“Untuk kabar itu memang tersebar di media sosial, namun silahkan konfirmasi ke KKP untuk lebih jelasnya,” ujarnya singkat lewat telepon Whatsapp kepada teras7.com, pada Senin (10/02).

Lihat juga :  Cegah Stunting Di Golden Age, Banjarbaru Galakkan Gerakan Masyarakat Makan Ikan

Adapun diantara nama mahasiswa Kalsel yang berkuliah di Nanjing China terduga suhu panas melebihi rata rata saat tiba di Bandara Syamsudin Noor adalah berinisial MSA, AYT, MSN dan MFA, masing masing berasal dari kabupaten kota berbeda.

Hingga berita ini diterbitkan, teras7.com masih berupaya mencari kebenaran informasi tersebut.

Dishub Banjarbaru
Tampilkan Lebih Banyak

Sayyid Maulana Ahmad

Pimpinan Redaksi - Berpengalaman selama 3 tahun di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya, sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan, لا حول ولا قوة إلا بالله

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Kembali Ke Atas
Close
Close