PemerintahanBerita Utama

Peringkat KLA Batola Memprihatinkan 

TERAS7.COM – Dinas Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBP2A) Kabupaten Barito Kuala (Batola), baru-baru ini, melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Kabupaten Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2020, di Aula Selidah Marabahan.
Menurut kepala dinas PPKBP2A Batola Harliani, Rakor yang menghadirkan nara sumber Kepala Bappelitbang Batola ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan program dan kegiatan dalam mendukung terwujudnya KLA. Yang tak kalah penting, juga untuk memberikan pemahaman kepada para peserta akan data-data dasar dan indikator KLA yang harus dipenuhi.
“Untuk memberi pengetahuan tugas dan fungsi masing-masing anggota gugus tugas KLA dalam mewujudkan Batola Layak Anak,” timpal Harliani.
Sementara itu, Bupati Hj Noormiliyani AS menaruh keprihatinan mendalam atas capaian Kota Layak Anak (KLA) tahun 2019 Kabupaten Barito Kuala (Batola) yang menempati urutan ke-11 dari 13 kabupaten/kota se-kalsel.
“Ini betul-betul menjadikan keprihatinan bagi saya,” ucapnya ketika membuka kegiatan Rakor.
Karena itu, orang nomor satu di Bumi Ije Jela ini, memberikan pemikiran untuk mengintegrasikan 4 pengelolaan program nasional berupa Sekolah Adiwiyata, Sekolah Sehat (KS), Sekolah Ramah Anak, dan Sekolah Taat Hukum menjadi satu.
Noormiliyani berpandangan, dalam mencapai Kota Layak Anak harus difokuskan pada satu kecamatan seperti di Kecamatan Marabahan. Di tempat itu nantinya disediakan sekolah-sekolah yang memenuhi kriteria.
“Dari sekian sekolah itu dilakukan inventarisasi serta dijadikan satu agar memudahkan inventarisasi serta melakukan pembinaan dan pengelolalan,” paparnya.
Adapun pihak yang melakukan pembinaan dan pengelolaan, tambahnya, disesuaikan dengan SKPD terkait serta program dan kegiatan yang memenuhi kriteria.
“Dalam merumuskan kegiatan kita jangan terpaku  pada 4 kluster dan 24 indikator yang ditetapkan Kementerian PPPA namun perlu diprioritaskan kecamatan atau desa yang sudah memiliki sekolah yang memenuhi kriteria untuk ditindaklanjuti menjadi KLA,” tutur Bupati.
Rakor Gugus Tugas Kabupaten KLA Tahun 2020 ini, diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari SKPD terkait, instansi vertikal, camat se-Batola, Ketua TP-PKK Kabupaten dan Kecamatan, pimpinan puskesmas, organisasi wanita lainnya, Forum Anak Daerah, dunia usaha, media massa, lembaga masyarakat, organisasi kepemudaan, perbankan dan undangan.
Pada kesempatan Rakor ini, juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama dari seluruh anggota gugus tugas KLA menuju Kabupaten Layak Anak oleh para pemangku kepentingan yang dimulai oleh Bupati Noormiliyani.

One Comment

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close