Education

Universitas Terbuka Banjarmasin Tawarkan Kuliah Jarak Jauh, Ini Keunggulannya

TERAS7.COM – Meraih pendidikan setinggi mungkin menjadi keinginan banyak orang, selain untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, taraf pendidikan yang cukup tinggi juga dapat menaikkan karier seseorang.

Namun tak semua orang dapat menempuh pendidikan tinggi, apalagi dengan adanya tuntutan ekonomi yang semakin tinggi, mimpi untuk berkuliah tersebut terkadang pupus karena harus bekerja.

Akan tetapi di zaman sekarang, orang yang sudah bekerja tapi terkendala waktu tetap dapat berkuliah, karena cukup banyak perguruan tinggi swasta yang menawarkan kuliah dengan kelas khusus di akhir pekan atau kelas malam.

Rupanya ada pilihan lain untuk tetap menempuh pendidikan tinggi sambil bekerja tanpa harus mengikuti kelas khusus, bahkan untuk mereka yang bekerja di tempat terpencil sekalipun, tanpa harus terbebani dengan sistem kuliah tatap muka.

Inilah yang ditawarkan oleh Universitas Terbuka (UT), salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang telah berdiri sejak tahun 1984.

Berbeda dengan PTN lain yang mengharuskan mahasiswanya untuk berkuliah dengan sistem tatap muka, UT menawarkan perkuliahan dengan sistem jarak jauh sehingga para mahasiswanya dapat belajar sendiri di rumah.

Bahkan UT menawarkan perkuliahan jarak jauh dengan sistem online, sehingga para mahasiswanya dapat berkuliah dengan tatap muka di manapun dan kapanpun hanya dengan mengandalkan jaringan internet.

Direktur Universitas Terbuka Banjarmasin, Ir. M. Priyono M.Si.

Direktur UT Banjarmasin, Ir. M. Priyono M.Si. kepada Teras7.com saat ditemui di ruang kerjanya pada Senin (9/3) mengatakan UT membuka pendaftaran mahasiswa baru sepanjang waktu.

“Kita membuka pendaftaran mahasiswa baru setiap tahun, gelombang pertama untuk perkuliahan bulan Januari sampai dengan bulan Juni, penutupan registerasinya pada akhir Februari. Sementara untuk gelombang kedua untuk perkuliahan bulan Juli sampai dengan bulan Desember, penutupan registerasinya pada awal Agustus,” ujarnya.

Untuk persyaratan pendaftaran setiap program studi berbeda-beda, tapi pada umumnya calon mahasiswa baru untuk program Diploma/S1 harus lulus SMA Sederajat, sementara untuk program Magister telah lulus program S1.

“Tak ada batasan umur atau lulusan untuk masuk ke UT, di tempat kami ada mahasiswa yang masih fresh graduate sampai mahasiswa yang umur 60 tahun. Juga tak ada batasan tempat tinggal, di kota manapun tetap bisa mengikuti perkuliahan,” kata M. Priyono.

Foto : rizki

UT sendiri lanjutnya memiliki 33 program studi S1 yang terbagi atas 4 Fakultas, yaitu Fakultas Hukum, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FHISIP), Fakultas Ekonomi (Fekon), Fakultas Sains dan Teknologi (FSN) dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Sementara untuk Program Pasca Sarjana (PPs) terdiri atas 7 program Magister dan 2 program Doktor.

Kuliah di UT sendiri lanjut M. Priyono memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan PTN yang lain, selain bisa mendaftar kapan saja, belajar pun bisa dilakukan dimana saja.

“Mahasiswa tidak harus datang ke kampus, tidak harus mengkost seperti mahasiswa pada umumnya dan tetap bisa bekerja. Untuk belajar pun cukup fleksibel, tapi harus disiplin karena belajar secara mandiri. Mahasiswa selain mendapatkan bahan ajar yang di desain untuk setiap mata pelajaran, juga bisa mengikuti kelas tatap muka tutorial secara virtual untuk mata kuliah apa saja, selama terhubung ke jaringan internet. Jadi bisa belajar sambil nongkrong dan menggunakan smartphone saja,” katanya.

Untuk pelaksanaan ujian setiap semesternya, UT menawarkan dua opsi, yaitu mengikuti ujian di tempat-tempat yang ditunjuk oleh UT atau bisa juga mengikuti ujian secara online.

Setiap mahasiswa mendapatkan bahan ajar berupa buku cetak sesuai dengan mata kuliah yang diambil

“Bahkan kalau mahasiswa kami pada saat ujian sedang bertugas di luar daerah, akan kami siapkan tempat pelaksanaan ujian di UT di daerah tugas mereka tersebut. Kalau sedang bepergian ke luar negeri pun, mereka dapat mengikuti ujian di KJRI yang ada di negara yang mereka kunjungi,” ungkapnya.

Perkuliahan sendiri tambahnya dapat diselesaikan oleh setiap mahasiswa S1 dalam jangka waktu 3,5 tahun, sementara untuk mahasiswa PPs mulai dari 4 semester hingga 6 semester.

Biaya kuliah pun cukup terjangkau, rata-rata untuk program S1 sekitar 1,3 juta rupiah per semester sudah termasuk bahan ajar berupa buku, biaya wisuda, tutorial tatap muka, ujian online dan sebagainya. Sementara untuk program PPs, biaya kuliah berbeda tergantung lokasi dan program yang diambil, mulai dari 7 juta rupiah sampai 9 juta rupiah per semester.

Setiap tahunnya ratusan ribu mahasiswa S1 maupun PPs dari seluruh Indonesia bahkan dunia menyelesaikan perkuliahannya di UT.

“Untuk di Kalsel setiap tahun ada sekitar 1500-an mahasiswa yang lulus, sebagian mengikuti wisuda dan sebagian tidak. Setiap mahasiswa yang dinyatakan lulus bisa mengikuti wisuda, kalau tak mengikuti wisuda juga tak masalah,” jelasnya.

Pria yang juga dosen ilmu komunikasi ini mengungkapkan pengendalian kualitas mutu pendidikan di UT cukup ketat karena mengadopsi standar mutu dari International Council for Open and Distance Education (ICDE).

“UT mendapatkan 2 kali standar kualitas dari ICDE. Sementara untuk standar mutu manajemen, kami mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015. Mengenai akreditasi, ada 7 program studi kami yang mendapatkan akreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sisanya mendapat akreditasi B. Hanya program studi baru saja yang akreditasinya C,” terang M. Priyono.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close