Infrastruktur

Dampak Covid-19, Bina Marga Banjar Khawatir Pembangunan Infrastruktur Terhambat

TERAS7.COM – Mewabahnya virus corona atau covid-19 di Indonesia menjadi kekhawatiran terhambatnya pembangan infrastruktur di daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar lakukan antisipasi.

Situasi dan kondisi dampak wabah virus corona yang melanda Indonesia mungkin akan berdampak pada proses pembangunan infrastruktur di daerah, yang mana memasuki bulan ketiga tahun 2020 sesuai dengan agenda Dinas PUPR Kabupaten banjar akan melaksanakan lelang.

Seperti yang di ungkapkan oleh Muhammad Solhan Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten banjar. Ia menghawatirkan, apabila wabah virus corona ini terjadi berkepanjangan, pemerintah pusat bisa menggeser anggaran proyek nasional untuk penanganan covid-19.

“Apalagi kalau alokasi anggaran dari pusat bisa digeser untuk menangani covid-19 di Indonesia, mungkin akan terjadi penundaan, tapi kita sudah antisipasi hal itu,” ujanrnya kepada teras7.com saat dihubungi via Whatsapp, Kamis (26/03).

Memang menurutnya, ada beberapa pekerjaan proyek nasional di Wilayah Kabupaten Banjar, namun hingga kini masih belum dilakukan pelelangan, sehingga pihaknya juga melakukan antisipasi untuk bagaimana proyeksi pembangunan daerah bisa tetap berjalan walau dilakukan penundaan.

“Hingga hari ini alhamdulillah kita tidak ada kendala, dipertengahan maret kita ada beberapa lelang yang Sudah masuk ULP tinggal menunggu persetujuan,” terangnya.

Ia berharap, wabah covid-19 ini bisa cepat berakhir, sehingga pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Banjar bisa berjalan sesuai target.

“Mudah-mudahan ini bisa cepat berakhir, dalam waktu dekat ini ada 6 pengerjaan yang akan kita lounching dan akan dilanjutkan dengan paket lainnya,” terangnya.

Sebagai salah satu upaya pencegahan wabah covid-19, Dinas PUPR Kabupaten Banjar juga melakukan penyemprotan di lingkungan kantor, serta membatasi kehadiran ASN.

“Sebagai bentuk ikhtiar, kita hari ini juga menyemprotkan disinfektan di lingkungan dan setiap ruangan kantor, serta membatasi kehadiran ASN, yang mana hanya eselon tiga saja yang wajib hadir, kalau yang lain apabila ada perlu saja baru kita perbolehkan ke kantor,” tungkasnya.

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button
Close
Close