Kam. Jun 4th, 2020

Inspire, Innovate and Motivate

Di Hari Raya, Guru Wildan Himbau Umat Islam Gelar Shalat Idul Fitri Di Rumah

2 min read

TERAS7.COM – Tak lama lagi, Bulan Ramadhan 1441 Hijriyah akan segera berakhir dan hari kemenangan usai menjalankan puasa selama 1 bulan akan segera tiba.

Akan tetapi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Hari Raya Idul Fitri tahun ini ummat islam sedang berada dalam suasana pandemi virus Corona Covid-19.

Tak terkecuali di Kabupaten Banjar, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah pun dipastikan berlangsung dalam suasana pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus asal negeri tirai bambu ini.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Darussalam Martapura, KH Wildan Salman Al Banjari melalui video yang diterima Teras7.com melalui salah satu grup Whatsapp pada Kamis (21/5) mengimbau agar umat Islam agar melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri di rumah saja.

Himbauan pria yang akrab disapa Guru Wildan ini karena wabah pandemi virus Corona Covid-19 di Kalimantan Selatan (Kalsel) masih terjadi.

Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Al-Quran Darussalam Martapura, KH Wildan Salman Al Banjari

“Saudara-saudaraku setanah air, satu daerah, beberapa hari lagi akan sampai hari yang kita biasanya melaksanakan shalat ied, shalat hari raya. Pada tahun ini, khususnya di Kabupaten Banjar sekitarnya sedang melaksanakan PSBB, pemerintah menyuruh melaksanakan salat ied di rumah,” ucapnya.

Guru Wildan mengatakan himbauan ini adalah penjabaran dari ayat Wattaqu, yaitu menghindari atau memelihara diri, selain itu hukum pelaksanaan Shalat Idul Fitri sendiri merupakan ibadah salat sunah.

“Cara pelaksanaannya ada beberapa macam, yang afdal seperti yang dilaksanakan setiap tahun dengan berjemaah dan juga ada khutbah, ada takbir tiap rakaat, rakaat pertama tujuh kali rakaat kedua lima kali. Ini yang afdal,” jelas Guru Wildan.

Sementara yang kedua, shalat Idul Fitri bisa dilaksanakan tanpa berjemaah dan dimana saja seperti di rumah tanpa ada khutbah, cukup dua rakaat dengan takbir atau tidak.

Jika dalam pelaksanaan Shalat Idul Fitri tersebut bertujuan mendapatkan keafdalan, akan tepai tetapi terdapat kemudaratan, maka yang lebih afdal dan utama adalah melaksanakan Shalat di rumah.

“Oleh karena itu saya mengimbau supaya melaksanakan Salat Ied di rumah saja, karena sudah ada himbauan pemerintah. Dengan kita menaati himbauan pemerintah, kita akan mendapat pahala dengan menaati pemerintah, karena Alqur`an menyuruh menaati pemerintah. Kemudian dapat lagi pahala menaati Allah dan Rasulnya. Sehingga kita mendapatkan keselamatan di dunia dengan terhindar dari Covid-19 dan di akhirat terhindar dari azabnya,” sebut Guru Wildan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.