Berita Umum

Obrolan Grup Bocor Ke Jagat Maya, Dua Warga Banjarbaru Minta Maaf Pada Hj. Enong

TERAS7.COM – Banyak informasi yang beredar di media sosial, sangat penting untuk selalu berhati-hati dan bijak karena bisa menimbulkan salah persepsi dan dapat merugikan orang lain.

Seperti info berupa screenshot yang beredar di media sosial tentang Hj. Enong yang merupakan pengusaha kue bolu gulung bersama sekeluarga dan karyawannya di raped tes Kembali.

Atas informasi tersebut, Hj Enong merasa dirugikan dan membuat karyawan panik, juga berdampak kepada penjualan pesanan kue sebagian mengalami kendala.

Atas perbuatan tersebut, dua orang wanita asal Banjarbaru yang membagikan posting tersebut diminta untuk membersihkan nama baik usaha milik keluarga Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Muhammad Rofiqi yang dirugikan.

Kepada awak media pada jumpa pers pada Kamis (21/5) bersama dua orang yang bersangkutan, anak Hj. Enong ini meminta penyebar info tersebut meminta maaf sacara terbuka lewat media sosial.

OLG bersama MA, kedua warga Banjarbaru ini mengaku khilaf dan tak menyangka obrolan yang hanya untuk internal grup tertentu ternyata sudah menyebar di jagad maya

“Ini memang sangat merugikan kami, sehingga kami perlu mendengar langsung permintaan maaf dari yang bersangkutan,” tegas Rofiqi.

Ketua Partai Gerindra Kabupaten Banjar ini ingin kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi yang bersangkutan maupun netizen yang hobby bermedsos agar lebih bijak memainkan jarinya.

“Atas nama pribadi mewakili orangtua saya, menanggapi beredarnya berita yang tidak benar terkait bahwa keluarga kami di-rapid test maka saat ini orangtua kami duduk di samping kita dan alhamdulillah sehat-sehat saja. Buat adik-adik ini, jadikan pengalaman berharga jangan sampai medsos jadi kuburan buat anda. kalau tidak bijak bermedsos, maka tempat anda adalah penjara,” bebernya.

Rofiqi mengatakan Covid-19 merupakan musibah bersama, sehingga ia meminta untuk bahu-membahu dan gotong royong mengatasi pandemi ini dan jangan sampai saling menjelek-jelekkan, apalagi beritanya hoax.

“Saya yang sebagai waket gugus tugas saja tidak berani memposting berapa jumlah korban atau bahkan menyebut siapa dan orang mana yang positif, kasihan orang karena stigmanya stigma negatif. Padahal ini bukan penyakit yang memalukan atau aib, ini wabah. Semua orang bisa kena, ustadz atau penjahat sekalipun. Mudah-mudahan tidak ada lagi hoax, karena hoax sangat merugikan kita,” ungkapnya.

Sementara OLG bersama MA, keduanya warga Banjarbaru ini mengaku khilaf dan tak menyangka obrolan yang hanya untuk internal grup tertentu ternyata sudah menyebar di jagad maya.

“Saya (OLG) mohon maaf kepada keluarga Hj Enong terkait informasi bahwa keluarga Hj Enong di-rapid test, dan tidak benar bahwa Hj Enong beserta keluarga juga karyawannya terkena Covid-19. Dan saya berjanji menghapus postingan yang tidak benar tersebut, dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut,” ujar OLG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close