RSD Idaman Banjarbaru Tutup Pelayanan Bagi Pasien Non-Covid-19

RSD Idaman Banjarbaru Tutup Pelayanan Bagi Pasien Non-Covid-19 1

TERAS7.COM – Rumah Sakit Daerah Idaman (RSDI) Kota Banjarbaru pada Sabtu pagi (4/7) memberikan pengumumam yang cukup mengejutkan, karena pelayanan untuk pasien non Covid-19 ditutup sementara hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Kabar ini diperoleh melalui unggahan status Facebook milik RSDI Kota Banjarbaru yang menyatakan, bagi masyarakat yang mengalami masalah kesehatan, pihak RSDI meminta masyarakat merujukan persoalan kesehatannya ke rumah sakit lain yang berada di lingkup Kota Banjarbaru.

RSD Idaman Banjarbaru Tutup Pelayanan Bagi Pasien Non-Covid-19 4

Ketika dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Kepala Tata Usaha RSD Idaman Kota Banjarbaru, Muhammad Firman membenarkan pengumuman penutupan yang dikeluarkan RSDI Banjarbaru tersebut.

Rumah Sakit yang menjadi rujukan penanganan Covid-19 ini beralasan pasien covid yang dirawat di ruang isolasi IGD telah mengalami penumpukan, karena fasilitas yang disiapkan terdiri atas 4 bed, namun hingga pukul 10.30 WITA pasien di ruangan itu sudah mencapai 7 orang.

“Rencananya masih ada 1 PDP yang akan datang dalam kondisi penurunan kesadaran sehingga terpaksa kami tempatkan pasien covid di bed non Covid-19 dulu. Jika pasien non Covid-18 tetep kami terima, kasihan mereka nanti malah ikut terpapar. Kasihan juga petugas susah membedakan zona hijau dan merah,” tambahnya.

RSD Idaman Banjarbaru Tutup Pelayanan Bagi Pasien Non-Covid-19 5
FIrmansyah, Kepala TU RSD Idaman Banjarbaru.

Daya tampung ruang IGD RSDI Kota Banjarbaru untuk pasien non Covid-19 sendiri ada sebanyak 9 bed, sedangkan jumlah pasien positif Covid-19 hingga sekarang berjumlah 33 orang telah berada di ruang isolasi covid, sementara pasien suspect Covid-19 berjumlah 9 orang di IGD.

“Totalnya ada 42 ditambah 1 PDP yang rencananya akan datang kemari dan juga ada 1 pasien PDP dari ruang medik ternyata harus ke ruang isolasi,” paparnya.

Sedangkan untuk pasien non covid yang mengalami kondisi kegawatan kata Firman disarankan untuk mengakses Rumah Sakit sekitar di Kota Banjarbaru.

“Saya sudah menghubungi pihak Rumah Sakit Syifa dan Mawar,” cetusnya.

Akan tetapi lebih jauh, jika tetap ada pasien non Covid-19 yang memerlukan penanganan darurat, pihaknya akan tetap melayani pengurusan pasien tersebut.

“Karena kami menjaga satu ruang IGD yang biasa dipakai untuk anak. Kami tidak memasukan pasien Covid-19 kesana. Ruangan itu kami siapkan sebagai cadangan jika ada kasus non Covid-19 yang mendesak dan posisi si pasien sudah masuk ke IGD,” terangnya.

RSD Idaman Banjarbaru Tutup Pelayanan Bagi Pasien Non-Covid-19 6

Sedangkan untuk kasus kebidanan akan tetap melakukan pelayanan karena ruangan PONEK terpisah dengan berbatas dinding dari ruang IGD.

“Untuk kasus seperti pasien rutin HD yang harus tranfusi ataj pasien hematonkologi yang rutin masuk juga tetep kita layani,” tukas.

Diketahui, jumlah total tenaga medis di RSDI Kota Banjarbaru sebanyak 47 dokter, 197 perawat, 10 bidan, 26 analis, 11 radiografer, 13 cleaning service, 3 pembakar sampah medis, 8 linen, 1 oksigen, 3 teknisi medis, sementara untuk fasiltas yang tersedia ada sekitar 23 bed di ruang Kasuari, Murai 7 bed dan di ruang ICU ada 3 bed, sehingga totalnya 33 bed.

“Pengumuman ini bersifat sementara sambil kami mengurai kemacetan di IGD. Jika sudah memungkinkan maka layanan akan kembali normal. Mudah-mudahan malam ini atau selambat-lambatnya besok sudah bisa normal dan akan segera kami umumkan,” pungkasnya.

Rizki Saputera
Jurnalis - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya.Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan.JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)