Upacara Kesaktian Pancasila Dilakukan Secara Virtual

Upacara Kesaktian Pancasila Dilakukan Secara Virtual 1
Upacara Kesaktian Pancasila Dilakukan Secara Virtual 4

TERAS7.COM – Memperingati hari kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober, Walikota Banjarbaru serta Forkopimda Kota Banjarbaru melaksanakan upacara secara virtual di ruang tamu utama Wali Kota Banjarbaru, Kamis (01/10).

Peringatan 1 Oktober Hari Kesaktian Pancasila, yang tidak lepas dari Gerakan 30 September 1965 oleh PKI yang menyebabkan perwira tinggi dan perwira menengah TNI AD gugur.

Bernhard E. Rondonuwu, selaku pejabat Walikota sementara menyampaikan terkait peringatan hari kesaktian Pancasila merupakan pembelajaran untuk generasi muda bahwa Pancasila sebagai dasar semua warga negara republik Indonesia.

Upacara Kesaktian Pancasila Dilakukan Secara Virtual 6

“Jadikan pencasila sebagai dasar, sebagai pola tindak, sebagai pola pikir, dalam tingkah laku kita setiap hari,” cetusnya.

Ia kembali menegaskan bahwa Pancasila itu sebagai dasar kita, sebagian dari hidup kita agar supaya negara ini makmur sejahtera dan negara kesatuan republik Indonesia tetap bertahan selamanya.

Letkol Arm Siswo Budiarto, Selaku Komandan Kodim 1006/Martapura kembali mengingatkan khususnya warga Kota Banjarbaru dan Kab. Banjar, bahwa sejarah jangan sampai dilupakan yang mana pada tanggal 30 September itu tragedi berdarah yang tidak boleh dilupakan.

Upacara Kesaktian Pancasila Dilakukan Secara Virtual 8

“Partai Komunis Indonesia (PKI) yang mana tujuannya ingin merubah Pancasila menjadi paham Komunis itu yang digaris bawahi,” terangnya.

Upacara Kesaktian Pancasila Dilakukan Secara Virtual 9

Yang paling utamanya adalah pembacaan ikrar pada hari ini, yang berarti seluruh warga negara kesatuan republik Indonesia meyakini kejadian tersebut 30 September, dan juga meyakini bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi di negara ini.

Komandan Kodim 1006/Mulawarman, juga menyisipkan pesan-pesan kepada kaum Milenial untuk tidak melupakan sejarah kerena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarah.

“Perubahan adalah penting tetapi ada yang tidak boleh berubah, yaitu Ideologi Bangsa,” Pungkasnya.