Indonesia New Normal, Disdik Banjarbaru: Sistem Daring Tidak Efektif!

Indonesia New Normal, Disdik Banjarbaru: Sistem Daring Tidak Efektif! 1
Muhammad Aswan, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru Siapkan Sistem Pembelajaran menghadapi Indonesia New Normal.

TERAS7.COM – Sudah 4 bulan lamanya Indonesia diterpa covid-19, berbagai bidang mulai industri, ekonomi hingga Pendidikan mengalami dampak yang sangat luar biasa.

Penerapan Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diawalnya diharapkan mampu menekan angka kasus covid-19 di indonesia, namun saat berjalan, pilihan ini pun masih banyak kontrofersi dikalangan elit pemerintah maupun masyarakat.

Hingga akhirnya Indonesia merencanakan untuk menerapkan gaya hidup baru, dimana roda ekonomi bisa tetap berjalan, Pendidikan bisa terus berlangsung dengan menerapkan protokol kesehaan di semua bidang yang dinamakan New Normal.

Seperti yang disampaikan oleh presiden Republik Indonesia Joko Widodo dalam pernyataan resminya di Istana Negara. Jakarta.

“Kehidupan kita sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini, itu keniscayaan. Itulah yang oleh banyak banyak disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru,” ujarnya pada Jum’at lalu (15/05).

Menyikapi hal tersebut, Muhammad Aswan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarbaru menyampaikan, guna menyikapi rencana pemerintah Pusat untuk menerapkan new normal, pihaknya telah melakukan penyusunan konsep pendidikan.

Yang mana juga menurutnya, system pembelajaran daring atau online dari rumah kurang efektif bagi para pelajar selama pandemi ini.

“Berdasarkan hasil evaluasi kita pembelajaran system daring dari rumah ini kurang begitu efektif dibandingkan tatap buka langsung dalam kelas,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja, pada Selasa (21/05).

Belajar di dalam kelas bertatap langsung dengan guru lebih efekti karena guru lebih banyak menjelaskan untuk memberikan pemahaman kepada semua murid, sedangkan belajar dari rumah kurang efektif karena guru lebih banyak mengarakan.

“Sistem belajar dari rumah ini sulit bagi murid, apalagi kalau pelajaran matematika, kalau siswa tidak mengerti guru kesulitan menjelaskan dan orang tua di rumah juga tidak begitu mengerti,” terangnya.

Maka dari pada itu, ia berharap dengan diterapkannya new normal nanti oleh Pemerintah pusat system Pendidikan bisa lebih baik lagi dibandingkan belajar dari rumah.

Sayyid Maulana Ahmad
Pemimpin Redaksi - Berpengalaman sejak tahun 2015 di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya. Sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan.