KPU Banjar Masih Menunggu Regulasi Teknis Pencoblosan?

KPU Banjar Masih Menunggu Regulasi Teknis Pencoblosan? 1
Muhaimin, Ketua KPU Kabupaten Banjar.
KPU Banjar Masih Menunggu Regulasi Teknis Pencoblosan? 4

TERAS7.COM – Tak terasa, kurang dari 2 bulan lagi Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Banjar 2020 pada 9 Desember 2020 akan tiba, beberapa tahapan telah dilalui menuju hari pencoblosan.

Ada 3 pasangan calon (paslon) yang maju dalam Pilkada Kabupaten Banjar ini, yakni paslon nomor 1 H. Saidi Mansyur – Habib Idrus Al Habsyi, paslon nomor 2 Andin Sofyannoor – KH. Syarif Bustomi, dan paslon nomor 3 H. Rusli – KH. Fadhlan Asy’ari.

Baru-baru ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Banjar di masa tahapan kampanye dari 26 September – 5 Desember 2020 ini telah menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kabupaten Banjar sebesar 389.993 orang.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua KPU Kabupaten Banjar, Muhaimin saat ditemui di Kantor KPU Banjar pada Jum’at sore (16/10).

KPU Banjar Masih Menunggu Regulasi Teknis Pencoblosan? 5

“Bersamaan dengan suasana kampanye ini kita sudah menetapkan jumlah DPT sebesar 389 ribu lebih dengan jumlah total Tempat Pemungutan Suara (TPS) sebanyak 1273 TPS di seluruh Kabupaten Banjar,” katanya.

Muhaimin mengungkapkan pihaknya sudah mulai mempersiapkan diri dalam rangka pelaksanaan pencoblosan yang akan dilaksanakan kurang dari 2 bulan ini.

“Kita sekarang sedang membuka pendaftaran petugas KPPS yang berlangsung mulai 1 Oktober sampai penetapan pada 23 November 2020 mendatang. Setiap TPS nanti akan ada 7 orang petugas KPPS,” jelasnya.

KPU Banjar Masih Menunggu Regulasi Teknis Pencoblosan? 6
Kantor KPU Kabupaten Banjar.

Sementara untuk teknis pelaksanaan pencoblosan nanti di hari H nanti, Muhaimin mengungkapkan pihaknya masih menunggu regulasi dari KPU RI.

“Untuk teknis pada hari pencoblosan seperti logistic pemilu yang digunakan misalnya kotak suara, apakah memberdayakan sisa Pemilu 2019 atau yang baru, bagaimana spesifikasinya, dan sebagainya, kita masih menunggu regulasi dari KPU RI,” ujarnya.

Sementara untuk logistik pemilu seperti surat suara, format yang didesain sendiri sudah diterima oleh masing-masing paslon dan KPU RI, menunggu percetakan sesuai regulasi yang ditetapkan oleh KPU RI.

“Logistik pilkada kali ini tidak sebanyak logistik pemilu tahun kemarin, jadi untuk penempatannya nanti kita gunakan Gudang di Indrasari. Kita juga telah melakukan antisipasi penyediaan logistik nanti, misalnya jika terjadi keterlambatan penyaluran dan sebagainya. Semua persiapan yang kita lakukan mengacu pada apa yang sudah ditetapkan oleh KPU,” bebernya.

Saat pencoblosan nanti juga akan dilaksanakan protokol kesehatan Covid-19 yang cukup ketat, diantaranya pemilih diharuskan memakai masker saat ke TPS, setiap pemilih mendapatkan sarung tangan plastik sekali pakai saat mencoblos, dan usai mencoblos, tangan pemilih akan ditetesi tinta sebagai tanda telah mencoblos, bukan mencelup tangan ke tinta ke tangan sebagaimana yang dilakukan pada umumnya.

Pengamanan saat pencoblosan nanti lanjut Muhaimin akan melibatkan pihak eksternal seperti Polri, TNI dan Satpol PP, selain pengamanan internal.

“Untuk pengamanan internal nanti di TPS, kami akan merekrut 2 orang Petugas Pam-TPS dari masyarakat sendiri,” terangnya.

Untuk pelaksanaan Pilkada ini sendiri, KPU Kabupaten Banjar mendapatkan dana hibah sebesar 41 miliar dari APBD Kabupaten Banjar yang penganggarannya telah dilakukan optimalisasi bersama pemerintah daerah tanpa adanya penambahan atau pengurangan.

“Anggaran sebesar 41 miliar ini diserap ke kegiatan-kegiatan pilkada, mulai dari tahapan verifikasi calon perseorangan, saat pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih hingga gaji petugas kita di lapangan. Selain itu sebagian juga digunakan untuk keperluan pelaksanaan protokol kesehatan saat hari pencoblosan nanti. Kita juga dapat merevisi anggaran jika ada keperluan, misalnya saat anggaran tertentu tidak mencukupi dan harus dilakukan pergeseran, kita tinggal melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah,” ungkap Muhaimin.

KPU Banjar Masih Menunggu Regulasi Teknis Pencoblosan? 7
HM. Hilman, Sekda Kabupaten Banjar.

Di tempat terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar, HM. Hilman mengatakan pihaknya siap untuk mendukung pelaksanaan Pilkada Kabupaten Banjar ini, diantaranya adalah memberikan support pengamanan melalui Satpol PP, terutama untuk penegakan protokol kesehatan.

“Pengamanan Pilkada sendiri melibatkan Polri, TNI dan Satpol PP, fungsi kita adalah memberikan support bagi penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu,” katanya.

Dalam Pilkada kali ini yang menjadi catatan khusus kata Hilman adalah bagaimana setiap tahapan pilkada bisa aman bagi masyarakat.

“Pelaksanaan Pilkada serentak ini harus bisa memberikan keamanan bagi masyarakat dari penyebaran Covid-19 dengan protokol kesehatan, karena itu pemerintah pusat menekankan pada kita untuk membentuk Pokja protokol kesehatan oleh Bawaslu. Di tempat kita Pokja tersebut sudah terbentuk,” terangnya.

Sebelumnya, Pemkab Banjar melalui Satpol PP Kabupaten Banjar telah menggelar apel pasukan dalam rangka mendukung pelaksanaan Pilkada mendatang.

Satpol PP yang membawahi Satuan Damkar dan Satuan Linmas ini juga akan menempatkan anggota Satuan digaris depan pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah baik di tingkat Kecamatan maupun Desa sampai ke TPS, dimana pada setiap TPS minimal ditempatkan 2 orang anggota Linmas.

Tugas utama anggota Linmas yang akan ditempatkan di TPS-TPS ini diantaranya adalah menjaga Protokol Kesehatan yaitu menggunakan masker dan mengatur jaga jarak pengguna hak pilih nanti.

KPU Banjar Masih Menunggu Regulasi Teknis Pencoblosan? 8
Rizki Saputera
Jurnalis - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya.Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan.JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)