Jemaah Masjid Nurul Anwar Marabahan Gelar Peringatan Maulid Nabi

Jemaah Masjid Nurul Anwar Marabahan Gelar Peringatan Maulid Nabi 1
Jemaah Masjid Nurul Anwar Marabahan Gelar Peringatan Maulid Nabi 4
TERAS7.COM – Jemaah Masjid Nurul Anwar Marabahan menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriyah. Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun, para jemaah mengikuti peringatan bersamaan kegiatan rutin majelis ta’lim setiap Malam Rabu.
Acara dimulai selepas Shalat Magrib berisi pembacaan Syair Maulid Diba dari Grup Maulid Ponpes Almujahidin Marabahan pimpinan Ustadz Abdi Rahmani SPdi. Usai Shalat Isya acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Qori Lukmanul Hakim serta tausyiah yang disampaikan KH Asqalani Lc.
Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana H Abdul Muiz menyampaikan, peringatan maulidurrasul ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari kelahiran junjungan Nabi Muhammad SAW dengan harapan selain lebih mencintai Rasulullah juga diharapkan dapat meningkat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sementara itu, KH Asqalani Lc, dalam tausyiahnya banyak menceritakan perjalanan Nabi Besar Muhammad SAW mulai sejak lahir, dalam pengasuhan, hingga diangkat menjadi rasul.
Jemaah Masjid Nurul Anwar Marabahan Gelar Peringatan Maulid Nabi 5
Pengasuh Majelis Ta’lim Nur Ala Nur Masjid Nurul Anwar itu menguraikan, dalam perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW banyak rintangan dan tantangan, baik dari para kaum kafir Quraisy maupun dari paman beliau seperti Abu Jahal dan Abu Lahab.
Ulama kharismatik yang akrap disapa H Iwat itu mengutarakan kehidupan Rasulullah SAW mengandung banyak hikmah. Meski beliau seorang nabi dan rasul pilihan Allah namun hidup beliau tidak lantas selalu mudah dan bahagia. Rasulullah SAW tetap menerima cobaan dan tantangan serta senantiasa melaksanakan dakwah menyebarkan agama Islam.
H Iwat menceritakan, Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari Senin malam 12 Rabiul Awal di Mekah. Nabi Muhammad SAW, lanjutnya, dibesarkan di Mekah sebagai yatim karena ayah beliau Abdullah wafat di Madinah dua bulan sebelum lahir.
Rasulullah SAW hidup bersama paman beliau Abdul Muthalib. Ketika kecil Rasulullah SAW disusukan kepada Halimah Binti Dzuaib As-Sa’diyah salah seorang perempuan dari Bani Sa’ad.
Sebagai umat Islam, sebut H Iwat, sudah seharusnya mengetahui perjalanan perjuangan Rasulullah SAW dalam melaksanakan dakwah dan penyebaran agama Islam. Agar semakin meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
H Iwat juga menyarankan setiap umat Islam untuk mencintai Rasulullah SAW dengan memperbanyak membaca shalawat serta menjalankan segala ajaran-ajaran beliau. Mengingat, lanjutnya, Allah SWT dan malaikat sendiri senantiasa bershalawat kepada Rasulullah SAW.

M. Amin MMG
Reporter - Berpengalaman di dunia jurnalistik, juga berkiprah di dunia sastra, setidaknya ada dua buku sastra yang telah ia terbitkan, berpuisi dan teater menjadi salah satu denyut dan nafas aktualisasi dirinya.