Banyak Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Lesehan Terapung Di Riam Kanan Dirapatkan

Banyak Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Lesehan Terapung Di Riam Kanan Dirapatkan 1
Banyak Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Lesehan Terapung Di Riam Kanan Dirapatkan 4

TERAS7.COM – Ditengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, masyarakat dihebohkan dengan adanya tempat wisata baru di Bendungan Riam Kanan, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar.

Adalah Wisata Kuliner Lesehan Terapung Rama Shinta yang viral di media sosial beberapa waktu belakangan ini merupakan rumah makan terapung yang berada di tengah Bendungan Riam Kanan.

Namun belum dicabutnya status Tanggap Darurat Bencana Non Alam Covid-19 seharusnya membuat banyak usaha pariwisata seharusnya tutup sementara.

Kepala Bidang Destinasi Dan Pengembangan Obyek Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banjar, Faizal Riza Kasransyah saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (24/6) mengungkapkan pihaknya sudah mengunjungi tempat yang dimaksud.

 

Banyak Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Lesehan Terapung Di Riam Kanan Dirapatkan 6
Faizal Riza Kasransyah, Kepala Bidang Destinasi Dan Pengembangan Obyek Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banjar.

“Kemarin kami bersama Kepala Disbudpar Banjar dan anggota DPRD Banjar datang ke sana untuk melakukan pengecekan. Memang diketahui pemilik wisata yang bersangkutan belum mengajukan izin ke dinas terkait perizinan. Jika izin tersebut sudah didapatkan, kita bisa memberikan rekomendasi tempat wisata tersebut,” ujarnya.

Mengenai tempat yang ramai dikunjungi masyarakat untuk wisata kuliner tersebut, Disbudpar tidak bisa meminta agar tempat itu ditutup karena dikelola secara pribadi.

Banyak Tak Patuhi Protokol Kesehatan, Lesehan Terapung Di Riam Kanan Dirapatkan 7

“Selama ini kita sudah meminta agar tempat wisata yang dikelola kelompok sadar wisata untuk tidak buka sementara, apalagi saat itu kita sedang ada pelaksanaan PSBB beberapa waktu yang lalu. Akan tetapi kalau dikelola pribadi dan ternyata itu rumah makan, mereka tetap boleh buka dan kami tak bisa intervensi,” beber Faisal.

Akan tetapi karena ramainya pengunjung lesehan terapung itu, banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan memakai masker karena masih sangat viral.

“Mungkin ke depan bagaimana tempat tersebut akan kami rapatkan lagi bersama instansi terkait untuk pembatasannya,” pungkas Faisal.

Rizki Saputera
Jurnalis - Seorang lelaki yang mencintai sejarah, hobi membaca dan menulis, menceritakan peristiwa yang membawa perubahan ke arah yang lebih baik menjadi sebuah cita citanya.Martapura adalah sebuah tempat tumbuh kembang, traveling menjadi sebuah tujuan.JAS MERAH (Jangan sekali kali Melupakan Sejarah)