Sambaran Petir Tewaskan Kakak Beradik Di Banjarbaru

Sambaran Petir Tewaskan Kakak Beradik Di Banjarbaru 1
Jasad Febrian dan Revaldi korban sambaran petir
Sambaran Petir Tewaskan Kakak Beradik Di Banjarbaru 4

TERAS7.COM – Cuaca mendung disertai petir yang terjadi di Kota Banjarbaru, mengakibatkan dua dari empat orang anak meninggal dunia akibat terkena sembaran petir.

Sembaran petir terjadi di wilayah Kota Banjarbaru, di Jalan Sapta Marga Blok D, RT 07, RW 02 Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, pada Senin sore (28/01).

Dari data yang dihimpun oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarbaru, di ketahui, empat orang anak yang menjadi korban sembaran petir tersebut ialah, Febrian (13) meningga dunia, revaldi (9) meninggal dunia, rizal (12) keritis, Ambon (12) selamat.

Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 15.30 Wita, di lapangan tempat biasa masyarakat setempat bermain bola. Sebelum kejadian, empat anak tersebut sedang berteduh dipingir lapangan dibawah pohon, sambil memakan buah rambutan, sembari menunggu ayah mereka bermain bola.

Sambaran Petir Tewaskan Kakak Beradik Di Banjarbaru 6
Tempat kejadian sambaran petir

Naas, peristiwa sembaran petir itu mengenai tempat anak tersebut, masyarakat yang sedang bermain bola pun kaget dan langsung mendatangi tempat kejadian.

Dikonfirmasi oleh teras7.com, Kepala BPBD Kota Banjarbaru melalui Pelaksanaan Subbid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPDBD Kota Banjarbaru, Yunus Ariadi mengatakan, empat anak itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idaman Kota Banjarbaru, namun Febrian dan Revaldi.

“Kakak beradik ini dinyatakan sudah meninggal meninggal, sedangkan dua temannya, Rizal dinyatakan kritis sehingga harus menjalani perawatan dan Ambon dinyatakan selamat,” terangnya.

Sementara Niko, Ayah korban mengatakan, saat kejadian kedua anaknya sudah tidak sadarkan diri, peristiwa yang tak disangka membuat ia harus mengikhlaskan kehilangan kedua putanya.

Sambaran Petir Tewaskan Kakak Beradik Di Banjarbaru 7
Niko, ayah Febrian dan Revaldi korban sambaran petir

“Perasaan saya sudah tidak enak, cuaca waktu itu mendung ingin turun hujan, saat petir itu menyambar sontak saya berlari mendatangi anak saya, mereka sudah tergeletak, saya pun berusaha membangunkan mereka, namun mereka tidak sadar lagi,” pungkasnya.

Dari kejadian tersebut, ditemukan buah rambutan didalam celana korban dan sebuah handphone.

Sayyid Maulana Ahmad
Pemimpin Redaksi - Berpengalaman sejak tahun 2015 di dunia jurnalistik. Petualang, itulah gambaran dirinya. Sejak menjadi pelajar saja, dirinya sudah mengembara, dari Muara Teweh sampai Marabahan. Darah Bakumpai yang membuat ia kembali merantau ke Kota Banjarbaru. Bersikap logis dan realistis dalam melihat keadaan.